GEDHADHE DAB : Sarjana Gelas

28 Oktober 2013 10:39 WIB News Share :

Jon Koplo, mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Jogja ini memang super pintar dan jos gandos kalau urusan akademik. Hanya saat ujian pendadaran tesis, Jon Koplo mendapatkan malu bukan kepalang.

Singkat cerita, hari itu meluncurlah Koplo dengan sepeda motor kinclong-nya ke kampus untuk ujian tesis.
Ujian pun akan dimulai. Koplo kebingungan karena kabel laptopnya tidak connect dengan LCD .

Dengan mimik grogi, Koplo tengak-tengok barangkali ada petugas yang membantunya. Ternyata tidak ada.

“Waduh….apes aku iki, arep ujian kok laptopku error!”, omelnya.

Tak berapa lama datanglah Mas Behi seorang pegawai tata usaha di kampus Koplo. Mendengar suara orang, Koplo langsung minta bantuan Mas Behi, “Pak tolongin LCD-nya pak enggak nyala ini?” pinta Koplo.

“Sini mas tak bantu,” ungkap Mas Behi.

Para penguji dan kepala jurusan kampus sudah datang, Ujian pun dimulai. “Saudara Koplo apakah Anda siap ujian siang ini?” tanya Jeng Janeth ketua sidang.

“Siap bu…sangat siap!” jawab Koplo yakin.

Koplo memang orang yang percaya diri bahkan ia yakin kalau semua pertanyaan akan mampu dijawabnya. “Baik bapak Den Baguse sebagai penguji kami persilakan untuk memulai,” ucap Janeth.

“Saudara Koplo, Anda ini kuliah jurusan apa?” tanya Den Baguse memulai pertanyaan. “Bahasa Indonesia pak!” jawab Koplo tegas.

“Anda kuliah S2 di kampus ini?” tanya Den Baguse.

”Betul pak…saya kuliah magister”, jawab Koplo mulai grogi.

“Anda itu kuliah mencari gelar atau mencari gelas?” tanya Den Baguse sambil meminta Koplo melihat redaksi tulisan di halaman sampul.

"Ini fatal mas, untuk mahasiswa bahasa Indonesia,” terang Den Baguse dengan nada tinggi.

“Weealah…jebul aku salah ketik, tulisan gelar sarjana tak tulis gelas sarjana,” batin Koplo dengan wajah pucat.

Andik Maulana
Mahasiswa UST Jogja