4 Prajurit TNI Penganiaya Serda Ahmad Sempat Beri Kabar Bohong Korban Kecelakaan
Empat prajurit TNI AU ditahan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa, 22, meninggal dunia.
SOLO–Banyaknya pendapat warga yang masih menganggap bahwa era Soeharto lebih baik dari pada era sekarang, dinilai pengamat social politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tundjung W Sutirto sebagai sekadar romantisme historis, yang didasarkan harapan era reformasi yang dianggap tidak lebih baik dibanding era orde baru (Orba).
Hal senada juga terjadi dengan banyaknya gambar atau poster Soeharto lengkap dengan tulisan berbunyi “Piye? Iseh Penak Zamanku To?” yang dijual di tempat publik. Dalam kalimat itu seolah terkandung makna kerinduan untuk kembali ke jaman kepemimpinan Presiden kedua RI, Soeharto.
“Sindiran yang muncul belakangan ini, bukan berarti masyarakat menginginkan sosok Soeharto lagi, namun lebih kepada menginginkan kesejahteraan seperti di era Soeharto tersebut,” kata Tundjung.
Tundjung ketika dihubungi SOLOPOS FM dalam sesi Dinamika103, Sabtu (8/6/2013) berpendapat, hal ini merupakan fenomena yang wajar. Terlebih di tengah banyaknya masalah negeri ini, mulai dari isu separatisme, ketidakadilan hukum, korupsi yang merajalela, hingga rencana kenaikan harga BBM, yang membuat masyarakat awam merindukan era sebelumnya, yang dianggap lebih enak dari era reformasi saat ini.
Tundjung menambahkan, dalam sejarah dunia, tiap pemimpin memiliki karakter masing-masing, sesuai konteks zamannya.
“Tiap pemimpin tidak ada yang sama, alias memiliki karakteristik masing-masing, yang tidak bisa disamakan.”
“Saat ini, menurut dia, Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang negarawan dan bukan politisi, serta mewarisi nilai kharismatik seperti pemimpin-pemimpin sebelumnya,” ungkap Tundjung. Ditegaskannya pula, masyarakat primordial pada prinsipnya hanya butuh 3W.
“Masyarakat kita sebenarnya hanya butuh merasa wareg (kenyang), waras (sehat), dan wasis (pintar),” tandasnya.
Pak Harto dan Jokowi
Sementara itu dari beragam komentar yang masuk ke ruang redaksi SOLOPOS FM, ada pula warga yang mengaitkan fenomena mengenang Soeharto dengan Jokowi, mantan Walikota Solo yang saat ini menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pamor dan popularitas Jokowi memang tengah naik.
Warga Solo, Anant dengan berseloroh mengatakan, “Enak zamanya pak jokowi…”
Sedangkan Dini, warga Karangasem menilai Pak Harto hampir mirip dengan Jokowi. “Pak Harto mirip dengan Pak Jokowi, tokoh spektakuler skr ini. Bapak satu ini, tau kalangan mana yang harus direngkuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat prajurit TNI AU ditahan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa, 22, meninggal dunia.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 20 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.