Advertisement

Pabrik Garmen di Dhaka Ambruk, Timpa 2.000 Orang, Puluhan Tewas

Redaksi Solopos
Rabu, 24 April 2013 - 16:37 WIB
Maya Herawati
Pabrik Garmen di Dhaka Ambruk, Timpa 2.000 Orang, Puluhan Tewas

Advertisement

[caption id="attachment_399949" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/24/pabrik-garmen-di-dhaka-ambruk-timpa-2-000-orang-puluhan-tewas-399948/pabrik-garmen-ambruk-reuters" rel="attachment wp-att-399949">http://images.harianjogja.com/2013/04/pabrik-garmen-ambruk-reuters-370x208.jpeg" alt="" width="370" height="208" /> Foto Pabrik Garmen di Dhaka Ambruk
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]

DHAKA-Satu gedung pabrik garmen berlantai delapan dan satu pusat perbelanjaan di pinggiran ibu kota Bangladesh, Dhaka ambruk Rabu menewaskan setidaknya 70 orang dan ratusan lainnya cedera, kata seorang pejabat pemerintah.

Advertisement

Para petugas pemadam kebakaran dan personil militer bekerja keras sepanjang pagi di gedung Rana Plaza di Savar, 30km di luar Dhaka, untuk menyelamatkan para pekerja yang terperangkap di dalam gedung itu.

Seorang petugas pemadam kebakaran mengemukakan kepada Reuters sekitar 2.000 orang berada di gedung tersebut ketika lantai atas ambruk.

Industri garmen yang melejit sering dilanda kebakaran dan insiden-insiden lainnya selama beberapa tahun belakangan ini,kendatipun ada usaha untuk meningkatkan standar keselamatan kerja. Pada November tahun lalu 112 pekerja tewas akibat kebakaran di satu pabrik di daerah industri pinggiran Dhaka.

"Tampaknya seperti gempa melanda di sini," kata seorang penduduk ketika ia melihat lokasi pabrik yang ambruk itu dan ambulan-ambulan datang melewati kelompok pekerja dan para keluarga dari mereka yang masih terperangkap dalam gedung itu menangis.

"Saya bekerja d lantai ketiga, dan kemudian tiba-tiba saya mendengar suara yang memekakkan, tetapi tidak dapat memahami apa yang terjadi. Saya lari dan kepala saya dihantam oleh sesuatu benda," kata Sohra Begum seorang pekerja d salah satu dari pabrik-pabrik garmen itu.

M.M Niazuddin, menteri kesehatan pemerintah, mengemukakan kepada Reuters bawa setidakya 76 orang dikonfirmasikan tewas. Seorang pejabat mengatakan ratusan orang sedang dirawat akibat luka-luka.

Mohammad Asaduzzaman, komandan kantor polisi daerah itu, mengatakan para pemilik pabrik itu tampaknya mengabaikan satu peringatan agar tidak mengizinkan para pekerja mereka memasuki gedung itu setelah ada satu keretakan di blok itu Selasa.

Gedung-gedung di kota Dhaka yang padat itu kadang-kadang dibangun tanpa izin dan banyak yang tidak menaati peraturan-peraturan konstruksi. Puluhan orang tewas ketika satu pabrik garmen di daerah yang sama ambruk delapan tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Darurat Sampah Membayangi Bantul, Pemkab Bantul Tetap Optimistis Bersih Sampah 2025 Tercapai

Bantul
| Jum'at, 19 Juli 2024, 20:57 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement