Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
http://images.harianjogja.com/2013/03/POLISI.jpg" alt="" width="240" height="184" />JAKARTA—Kondisi korban konflik TNI dan Polri di Baturaja, Sumatra Selatan, mulai pulih.
Kapolsek Martapura Komisaris Polisi Ridwan—korban yang ditusuk oleh oknum anggota TNI berangsur-angsur kondisi kesehatannya membaik.
Ridwan mengalami luka di mata sebelah kanan, luka tusuk di dada, dan tangan kanan, serta luka terkena popor di bagian kepala.
“Sekarang masih dalam perawatan. Kondisinya positif, semakin pulih dan baik. Sementara ini menggembirakan, artinya hasil yang baik dari proses perawaratan yang dilakukan. Mudah-mudahan membaik,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar, Jumat (8/3/2013).
Kendati demikian, Boy belum mengetahui jenis senjata yang menyebabkan Ridwan menderita luka tusuk hingga mengalami kritis.
Ridwan ditusuk dengan senjata tajam ketika oknum TNI dari Batalyon 15 Martapura sedang melintas setelah merusak dan membakar Polres Organ Komering Ulu (OKU) di Baturaja, Sumatra Selatan.
Selain Kapolsek, ada 4 orang lagi yang menjadi korban serangan di Polres OKU. Mereka adalah Aiptu Merbawi (mengalami luka tusuk di paha belakang sebelah kiri dan patah hidung), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di dada kiri dan robek tangan sebelah kanan), Bripka Andi (luka bakar), dan satu korban lainnya bernama Ajrul (luka ringan di pelipis).
“Ini hasil dari pendataan tadi malam, semuanya dirawat di Palembang. Ada juga korban justru dari polisi militer, tengah mengalami penganiayaan dari anggota TNI,” katanya.
Selain itu, Boy juga mengatakan Brigadir BW yang diduga menembak oknum TNI Pratu Heru Oktavianus pada Januari lalu kini tengah diproses secara hukum.
Proses hukum tersebut, lanjutnya, hingga kini mencapai berkas perkara yang sudah dikirimkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan masih dalam tahap penelitian dari JPU atas nama tersangka.
“Jadi ini sudah dalam mekanisme sisem peradilan umum. Langkah hukum yang telah ditetapkan oleh Kapolda terkait proses hukum,” jelasnya. (JIBI/aw)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.