Begini Canggihnya Rudal Tomahawk yang Mau Dikirim ke Ukraina
“Kami membahas hal itu, dan kita lihat nanti bagaimana perkembangannya,” ujar Trump kepada wartawan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berdiri di hadapan para pendukungnya di Istanbul, Turki./Reuters-Osman Orsal
Harianjogja.com, JAKARTA – Turki menangkap 128 anggota militer atas dugaan hubungan dengan jaringan terkait dengan upaya kudeta pada 2016 silam.
Seperti dikutip Reuters dari kantor berita Pemerintah Turki Anadolu pada Selasa (18/6/2019), kepolisian sedang mencari lebih dari setengah dari tersangka di provinsi pantai barat Izmir dan sisanya di 30 provinsi lainnya.
Mereka dicurigai sebagai pendukung ulama Muslim yang bermarkas di AS, Fethullah Gulen, yang dituduh oleh pemerintah Turki mendalangi kudeta yang gagal tiga tahun lalu. Gulen menyangkal tuduhan bahwa ia menjadi dalang kudeta tersebut.
Lebih dari 77.000 orang telah dipenjara dan menunggu persidangan, sementara sekitar 150.000 pegawai negeri sipil, anggota militer dan lainnya telah dipecat atau ditangguhkan dari pekerjaan mereka sebagai bagian dari pembersihan pasca-kudeta.
Kelompok hak asasi manusia dan sekutu Turki telah menyuarakan kekhawatiran atas tindakan keras tersebut. Mereka mengatakan Presiden Tayyip Erdogan telah menggunakan alasan pemberontakan yang gagal sebagai dasar untuk meredam perbedaan pendapat.
Sementara itu, pemerintah Turki mengatakan langkah-langkah keamanan diperlukan karena besarnya ancaman yang dihadapi negara. Pemerintah juga telah berjanji membasmi seluruh jaringan Gulen di dalam negeri.
Bulan lalu, Pemerintah Turki juga memerintahkan penangkapan 249 staf kementerian luar negeri atas dugaan keterlibatan rencana kudeta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
“Kami membahas hal itu, dan kita lihat nanti bagaimana perkembangannya,” ujar Trump kepada wartawan
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.