7 Kapal Tenggelam di Gilimanuk, Truk ODOL Kembali Disorot
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Kahiyang dan Bobby (Instagram ayanggkahiyang)
Harianjogja.com, JAKARTA--Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution lebih memilih mengurus bisnis daripada mengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
"Nggaklah, saya sepatu bola aja gak punya. Gak mungkin masuk ke PSSI," kata suami Kahiyang Ayu itu, di Istana Kepresidenan Jakarta saat menanggapi berita pengajuan dirinya sebagai Sekjen PSSI Selasa (18/6/2019).
Ia mengaku pernah mengelola klub sepak bola, namun klub tersebut tidak terkenal dan kurang berhasil. "Kan klubnya nggak terkenal, kurang berhasil. Jadi ngapain megang PSSI. PSSI kan lebih besar kapasitasnya. Jadi gak mungkin," ujarnya pula.
Dia menyebutkan bersama istri dan keluarga dari Medan bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi di Jakarta karena saat Lebaran dia dan istri ke Medan.
"Tadi silaturahmi aja sama keluarga, sama keluarga dari Medan. Belum sempat Lebaran kemarin karena Bapak Lebaran di Jakarta dan Solo. Saya juga sama Ayang sama mama di Medan. Baru kali ini ada kesempatan silaturahmi," katanya lagi.
Bobby mengaku tidak mengetahui bagaimana muncul nama dirinya sebagai Sekjen PSSI. "Yang pasti gak mungkinlah jadi PSSI, belum ada pengalaman juga di sepak bola. Lagi asyik ngurusin bisnis aja sekarang," katanya.
Dia memilih mengurus bisnis daripada tidak ada ide yang ia sumbangkan. "Gak jugalah, saya gak merasa mampu di PSSI," katanya menanggapi pendapat bahwa dirinya punya potensi membenahi sepak bola di Tanah Air.
Ia menyebutkan masalah itu tidak dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi. "Tadi cuma omongan soal keluarga aja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.