Trump Masih Buka Opsi Serang Iran, Diplomasi Timur Tengah Berlanjut
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Ibadah haji. /REUTERS-Ammar Awad
Harianjogja.com, JAKARTA--Dalam rangka mencegah penyebaran paham radikalisme di masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyosialisasikan Islam Wasathiyah yakni Islam yang moderat penuh kasih sayang.
"MUI sebagai lembaga yang mengarahkan umat melakukan sosialisasi Islam Wasathiyah yakni Islam yang moderat yang Rahmatan lil\'alamin," kata Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, KH Abdullah Jaidi, kepada Antara saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/6/2019).
MUI juga telah menyosialisasikan secara internasional tentang konsep Islam Wasathiyah yang dilaksanakan pada kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim dunia pada tahun 2018 lalu di Bogor.
Pertemuan itu bertujuan untuk mempromosikan Islam moderat yang berkembang di Indonesia kepada dunia. Sekaligus mengusulkan kepada dunia agar wasathiyah Islam dapat dipertimbangkan untuk menjadi solusi bagi krisis peradaban dunia dewasa ini.
Jaidi mengatakan sosialisasi ini terus dilakukan MUI ke seluruh masjid-masjid di Indonesia baik yang ada di lingkungan kementerian lembaga, maupun perguruan tinggi.
Selain itu, upaya lainnya adalah memantau kurikulum ceramah para dai maupun ustadz agar menyampaikan pemahaman dan kajian-kajian yang benar sesuai tuntutan agama.
Lebih lanjut ia mengatakan MUI tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya pencegahan paham radikalisme di masyarakat. Beberapa kerja sama telah dilakukan diantaranya dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang sudah berlangsung sejak dua tahun lalu.
"MUI terus berkomunikasi dengan DMI memberikan masukan, Alhamdulillah sekarang ada perubahan sudah cukup bagus dalam mengisi ceramah ustadz di masjid-masjid yang ada di kementerian BUMN maupun pemerintah dan perguruan tinggi," katanya.
Upaya lainnya yang telah dilakukan MUI adalah membentuk lembaga khusus yakni Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme yang saat ini diketuai oleh Zainut Tauhid Saidi.
MUI juga telah bermitra dengan BNPT dan Kepolisian serta kementerian lainnya dalam rangka mencegah radikalisme di masyarakat.
Jaidi juga menambahkan, peran Kementerian Komunikasi dan Informatika juga perlu untuk menyaring konten-konten negatif terkait radikalisme agar tidak mudah diakses oleh masyarakat.
"Kominfo telah bersilaturahmi dengan MUI, kita bekerja sama melakukan upaya-upaya preventif," katanya.
Sementara itu Pakar Sosial dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati di tempat terpisah mengatakan peran tokoh agama menjadi sangat penting dalam upaya mencegah radikalisme di masyarakat.
Devie mengatakan keterlibatan tokoh agama ini sudah menjadi program dari BNPT, karena mereka yang setiap hari bisa berinteraksi dengan masyarakat dan jumlahnya menyebar di seluruh Indonesia.
"Peran tokoh agama memang perlu dirangkul dan dilibatkan," katanya.
Devie menambahkan tokoh agama ini harus menjadi yang terdepan dalam memberikan pandangan yang inklusif yang merakul semua kalangan, agar kelompok-kelompok yang secara serius dan sistematis menyebarkan ajaran radikalisme itu bisa dicegah penyebarannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.