KY Loloskan 42 Kandidat Hakim MA, Publik Diminta Awasi
KY meloloskan 42 kandidat hakim MA 2026 ke tahap kesehatan dan kepribadian. Publik diminta ikut mengawasi rekam jejak peserta.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Masdar Hilmy bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/6/2019). /Ist-Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA--Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Masdar Hilmy mengaku dikonfirmasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal proses pemilihan rektor yang diikutinya saat itu.
Untuk diketahui, Masdar telah dilantik menjadi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya pada 6 Juni 2018. "Proses seleksi pemilihan rektor, semua sudah ada ketentuannya," kata Masdar usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (17/6/2019).
KPK pada Senin memeriksa Masdar sebagai saksi untuk tersangka Rommy dalam penyidikan kasus suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019. Masdar pun mengaku pernah bertemu dengan Rommy dalam acara seminar di Jember, Jawa Timur.
"Ketemu tetapi tidak dalam konteks pemilihan rektor," kata Masdar.
Lebih lanjut, ia pun mengaku tidak pernah ditawarkan terkait jual beli jabatan oleh Rommy.
"Tidak-tidak," kata dia.
Ia juga mengaku tidak ada setoran saat dirinya mengikuti proses pemilihan calon rektor UIN Sunan Ampel saat itu. "Tidak ada, tidak ada sama sekali. Saya tidak sama sekali, saya tidak ditarget sama sekali," ujar Masdar.
Ia menyatakan bahwa pemilihan calon rektor saat itu sesuai aturan seleksi. "Ada komsel [komisi seleksi], sesuai aturan seleksi. Semua lewat komsel di Kemenag ada tujuh orang dibentuk. Yang jelas semua melalui komsel. Saya tidak tahu sejauh mana peran Rommy dalam pemilihan rektor," kata Masdar.
Untuk diketahui, KPK pada Senin memanggil tujuh saksi untuk tersangka Rommy, yakni Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Warul Walidin, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Masdar Hilmy periode 2018-2022 serta dua calon rektornya Muzakki dan Ali Mudlofir.
Selanjutnya, kandidat Rektor IAIN Pontianak masa jabatan periode 2018-2022 Syarif, Wajidi Sayadi, dan Hermansyah.
KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019. Diduga sebagai penerima, yakni Rommy.
Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.
Untuk Muafaq dan Haris saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Sementara untuk tersangka Rommy saat ini masih dalam proses penyidikan di KPK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KY meloloskan 42 kandidat hakim MA 2026 ke tahap kesehatan dan kepribadian. Publik diminta ikut mengawasi rekam jejak peserta.
PDIP Kota Jogja tekankan Iduladha 1447 H sebagai momentum solidaritas sosial dan rencana kurban 5 sapi 4 kambing.
Polda Jateng pastikan kabar viral pocong begal di media sosial hoaks dan imbau warga tidak mudah panik.
New York menunda aturan e-bike karena anggaran molor, memicu debat soal registrasi dan nasib 80 ribu kurir.
Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti tersingkir di babak 16 besar Singapore Open 2026 setelah kalah dari pasangan China.
Mikel Arteta resmi jadi Manager of the Season setelah membawa Arsenal juara Premier League 2025/2026 usai 22 tahun menunggu.