Rencana Pembunuhan Tokoh Dinilai Upaya Menciptakan Gaduh

Newswire
Newswire Kamis, 30 Mei 2019 07:47 WIB
Rencana Pembunuhan Tokoh Dinilai Upaya Menciptakan Gaduh

Ilustrasi massa melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5/2019). /Ist-Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA – Pengamat Intelejen Diyauddin berpandangan mengenai rencana pembunuhan empat tokoh nasional oleh kelompok penyusup di aksi kerusuhan 21-22 Mei. Menurutnya, mereka sengaja mencari kericuhan di sekitaran ring satu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga kelompok tersebut nekat melancarkan aksi tersebut.

“Dengan mengincar ring 1 Jokowi, kelompok radikal sebenarnya mengharapkan terjadinya kegaduhan atau situasi yang tak terkendali,” kata dia kepada Okezone di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Diyauddin menilai, kelompok perusuh tersebut tak berani menjadikan Jokowi sebagai target utamanya. Namun, kelompok itu, menurutnya, akan mengincar orang-orang di sekitar presiden terlebih dahulu.

“Mereka tidak akan mungkin menargetkan Jokowi secara langsung karena jika Jokowi yang jadi target, malah akan menimbulkan empati dan dukungan politik ke Jokowi jika ada hal-hal yang terjadi terhadap Jokowi,” tuturnya.

Selain mengincar empat tokoh nasional itu, Diyauddin menambahkan, kelompok perusuh tersebut menginginkan situasi 22 Mei seperti pada Mei 1998. “Situasi anarkis dan chaos seperti tahun 98. Ini skenario yang mereka coba jalankan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya mengungkap nama-nama tokoh nasional yang diincar kelompok perusuh di aksi 22 Mei. Empat nama itu merupakan sosok jenderal yang sudah menyandang purnawirawan.

Mereka adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan eks Kepala BNN Gories Mere.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online