BSU Rp600.000 Oktober 2026 Belum Cair, Ini Syarat dan Cara Cek
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018)./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA- Rusuh demo di kantor Bawaslu di Jakarta diklaim digerakkan tiga aktor.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan ada tiga orang aktor berhasil diamankan aparat kepolisian dalam kerusuhan yang terjadi di aksi 22 Mei 2019 sejak Rabu dini hari.
Moeldoko menyebut tiga aktor yang ditangkap itu menyusul penangkapan sekelompok penyelundup senjata yang hendak dipakai dalam aksi 22 Mei 2019.
"Saat ini juga telah ditangkap tiga orang sebagai aktornya. Satu orang memang disiapkan untuk mencari senjata, satu orang penyedia senjata, dan satu orang sebagai eksekutor," ujar Moeldoko di kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/5/2019).
Moeldoko menuturkan, tiga orang yang ditangkap itu masih-masing adalah Asumardi yang bertugas mencari senjata. Lalu ada Helmy Kurniawan sebagai penjual senjata dan Irwansyah sebagai eksekutor.
"Namanya jelas, ada namanya Asumardi ini mencari senjata. Berikutnya Helmy Kurniawan menjual senjata, dan Irwansyah sebagai eksekutor. Eksekutor kepada siapa? Saya kira semua sudah tahu, pada pejabat yang sudah disiapkan sebagai sasaran," kata Moeldoko.
Moeldoko meminta kepada publik untuk memahami perkembangan situasi yang disampaikan pemerintah. Sebab, kata dia, pemerintah sudah melihat ada upaya sistematis dari kelompok tertentu untuk memanfaatkan situasi dalam aksi 22 Mei 2019.
"Ini saya sampaikan kepada publik agar publik paham tentang perkembangan situasi yang saya sampaikan. Agar tidak ada praduga. Apa yang saya sampaikan sejak awal, telah terbukti bahwa ada sebuah upaya sistematis dari kelompok tertentu di luar kelompok teroris, dompleng pada situasi ini," tutur dia.
Ketika ditanya apakah tiga pelaku tersebut merupakan bagian dari Mayjen S yang diduga terlibat penyelundupan senjata api. Moeldoko mengatakan penangkapan tersebut berbeda kasusnya. Namun, dalam waktu dekat akan ada aktor lain yang terungkap, kata dia.
"Ini berbeda (dengan Mayjen S), ada lagi yang di belakangnya. Sebentar lagi akan terungkap. Siapa di belakang dua pucuk senjata sudah diketahui, tinggal tunggu waktu saja," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.