Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018)./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA- Rusuh demo di kantor Bawaslu di Jakarta diklaim digerakkan tiga aktor.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan ada tiga orang aktor berhasil diamankan aparat kepolisian dalam kerusuhan yang terjadi di aksi 22 Mei 2019 sejak Rabu dini hari.
Moeldoko menyebut tiga aktor yang ditangkap itu menyusul penangkapan sekelompok penyelundup senjata yang hendak dipakai dalam aksi 22 Mei 2019.
"Saat ini juga telah ditangkap tiga orang sebagai aktornya. Satu orang memang disiapkan untuk mencari senjata, satu orang penyedia senjata, dan satu orang sebagai eksekutor," ujar Moeldoko di kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/5/2019).
Moeldoko menuturkan, tiga orang yang ditangkap itu masih-masing adalah Asumardi yang bertugas mencari senjata. Lalu ada Helmy Kurniawan sebagai penjual senjata dan Irwansyah sebagai eksekutor.
"Namanya jelas, ada namanya Asumardi ini mencari senjata. Berikutnya Helmy Kurniawan menjual senjata, dan Irwansyah sebagai eksekutor. Eksekutor kepada siapa? Saya kira semua sudah tahu, pada pejabat yang sudah disiapkan sebagai sasaran," kata Moeldoko.
Moeldoko meminta kepada publik untuk memahami perkembangan situasi yang disampaikan pemerintah. Sebab, kata dia, pemerintah sudah melihat ada upaya sistematis dari kelompok tertentu untuk memanfaatkan situasi dalam aksi 22 Mei 2019.
"Ini saya sampaikan kepada publik agar publik paham tentang perkembangan situasi yang saya sampaikan. Agar tidak ada praduga. Apa yang saya sampaikan sejak awal, telah terbukti bahwa ada sebuah upaya sistematis dari kelompok tertentu di luar kelompok teroris, dompleng pada situasi ini," tutur dia.
Ketika ditanya apakah tiga pelaku tersebut merupakan bagian dari Mayjen S yang diduga terlibat penyelundupan senjata api. Moeldoko mengatakan penangkapan tersebut berbeda kasusnya. Namun, dalam waktu dekat akan ada aktor lain yang terungkap, kata dia.
"Ini berbeda (dengan Mayjen S), ada lagi yang di belakangnya. Sebentar lagi akan terungkap. Siapa di belakang dua pucuk senjata sudah diketahui, tinggal tunggu waktu saja," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.