Polisi Selidiki Pelaku Amuk Massa Tewaskan Warga Kartasura
Polsek Kartasura Sukoharjo tetap melakukan penyelidikan kasus aksi massa yang menewaskan Lanung Nugroho, 38, warga Windan Kartasura, meski keluarga Lanung tak menuntut kasus tersebut.
Ilustrasi penangkapan pelaku tindak kriminalitas. (millenniumpost.in)
Harianjogja.com, KARANGANYAR--Tersangkut dugaan kasus terorisme, warga Desa Paulan, Colomadu, Karanganyar, IHM ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Gemolong, Sragen, Selasa (14/5/2019) pagi. Sang ayah, Mn, mengaku kaget.
Setahu Mn, IHM tidak menunjukkan keganjilan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Mn pun tak pernah terpikir anaknya bakal menjadi terduga teroris.
“Dulu ketika masih di Colomadu, anak pertama saya ini [IHM] kalau di rumah ya baik-baik saja. Tetapi kalau sudah di luar rumah saya tidak tahu,” ujar Mn ketika ditemui di kediamannya, Kamis (16/5/2019).
Lebih lanjut, Mn yang sehari-hari berjualan kelapa muda di Colomadu ini mengatakan saat ini belum tahu kondisi putranya. Hingga Kamis itu dia belum bisa berkomunikasi atau bertemu.
Terkait hal itu dia berharap agar urusan yang menimpa salah satu putranya segera selesai. Diberitakan sebelumnya, IHM yang tercatat sebagai warga Trowangsan, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, ditangkap Densus 88 saat hendak ke masjid di dekat rumah mertuanya di Gemolong, Sragen, Selasa sekitar pukul 05.00 WIB. IHM baru dua bulan menikah dengan perempuan asal Gemolong, Sragen.
Di sisi lain, Kepala Dusun Trowangwangsan, Suwarno, juga mengaku tak menyangka IHM ditangkap Densus karena diduga terlibat terorisme. Sepekan sebelum ditangkap, IHM sempat mengisi kultum Salat Tarawih di salah satu masjid di Malangjiwan bersama dirinya.
“Ketika itu saya yang mengimami Salat Tarawih dan IHM mengisi kultumnya. Menurut saya ketika itu isi kultum yang diberikannya biasa-biasa saja, normatif,” ujar dia.
Di mata Suwarno, IHM yang belum genap dua bulan menikah di Balai Desa Malangjiwan ini tidak neka-neka. Acara pernikahan IHM yang berbarengan dengan pernikahan adiknya berlangsung sederhana. Suwarno menjadi MC di acara pernikahan tersebut.
Tetangga Mn, Sukarno, mengatakan dalam kehidupan sehari-hari keluarga Mn dikenal baik. Karena itu dia juga mengaku kaget ketika mendengar IHM ditangkap di Gemolong karena diduga terlibat terorisme.
“Saya kenal dekat dengan ayah IHM karena teman makelaran tanah dengan saya. Mn orangnya tidak neka-neka, bahkan ketika dinakali temannya saat makelaran seperti tidak diberi uang lelah, dia hanya diam,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Polsek Kartasura Sukoharjo tetap melakukan penyelidikan kasus aksi massa yang menewaskan Lanung Nugroho, 38, warga Windan Kartasura, meski keluarga Lanung tak menuntut kasus tersebut.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.