Hyundai Palisade Inden hingga 4 Bulan, Sudah Dipesan 700 Unit
Para konsumen yang memesan Hyundai Palisade tampaknya harus bersabar karena mas inden bisa mencapai 4 bulan.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyapa warga saat mengunjungi kota Pekanbaru, Pekanbaru, Riau, Minggu (16/12/2018)./ANTARA-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, JAKARTA – Pernyataan Mayjen (purn) Kivlan Zen yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) licik karena tidak mau ada jenderal selain dirinya jadi presiden ditanggapi pengurus Partai Demokrat.
Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mempertanyakan maksud Kivlan menuduh hal seperti itu. Baginya, pernyataan tersebut sangat tendensius.
“Justru menunjukkan bahwa sebaliknya, karena dia merasa lebih senior sehingga ada sifat iri dan dengki terhadap keberhasilan dan ketokohan SBY,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, jaringan Harianjogja.com, Jumat (10/5/2019).
Syarief menjelaskan bahwa lebih baik semua pihak, termasuk Kivlan, saling menghormati dan bukan sebaliknya. Pasalnya, tidak ada manusia yang sempurna.
“Saya tahu betul SBY sangat respek kepada siapapun, apalagi senior-seniornya. Bahkan, difitnah pun SBY selalu tetap tabah,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kivlan menyebut kader Demokrat adalah orang yang tidak jelas komitmennya, termasuk SBY karena tak mau Prabowo jadi presiden. Dia mengaku sudah mengetahui sifat juniornya itu sejak lama di dunia militer.
“Dia [SBY] tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden. Dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Saya yang mendidik dia,” ucapnya, Kamis (9/5).
Pernyataannya ini merupakan tanggapan atas status Andi di Twitter, Senin (6/5), yang mengklaim Demokrat ingin menyelamatkan Prabowo dari perangkap sesat setan gundul yang memberi informasi sesat soal angka kemenangan 62 persen dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Bahkan, dalam cuitan beruntun tersebut, Andi menyebut sikap Demokrat akan tegas keluar dari koalisi apabila Prabowo lebih mendengarkan setan gundul daripada partai politik (parpol) koalisi. Terlebih, apabila benar-benar menggalang people powerberbasis hoaks kemenangan 62 persen.
“Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan Gerindra, PAN, PKS, Berkarya dan Rakyat. Jika Pak Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul, Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri yg tidak hianati rakyat,” tulisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Para konsumen yang memesan Hyundai Palisade tampaknya harus bersabar karena mas inden bisa mencapai 4 bulan.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.