Pos Polisi di Surabaya Dilempar Molotov, Polisi Selidiki Motif
Dua Pos Lantas di Surabaya dilempari bom molotov. Polisi menangkap pelaku dan masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Suasana pencoblosan di TPS 28./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, JAKARTA-- Ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia karena kelelahan saat menjalankan tugas pemungutan suara pemilu 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma\'ruf Amin akan memberikan santunan kepada mereka.
"Santunan akan kami berikan 225 orang petugas KPPS yang gugur, melalui KPU sebagai penyelenggara pemilu," kata Juru Bicara TKN, Tubagus Hasan Syadzily di "War Room" TKN, Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (26/4/2019).
Menurut Ace Hasan, anggota TKN sudah melakukan komunikasi dengan Ketua TKN Erick Thohir yang saat ini sedang berada di luar kota. "Kami menunggu Pak Erick kembali ke Jakarta dalam waktu satu atau dua hari ke depan," kata Ace.
Menurut dia, setelah Erick Thohir kembali ke Jakarta, TKN akan mematangkan pembicaraan untuk pemberian santunan kepada para petugas KPPS yang meninggal dunia karena kelelahan. Berdasarkan data KPU hingga Kamis (25/4), petugas KPPS yang meninggal dunia ada sebanyak 225 orang, serta 1.470 lainnya sakit.
"Saya sudah mengajukan usulan dana santunan sebesar Rp2 juta per orang, tapi nanti akan dimatangkan lagi setelah Pak Erick ada di Jakarta," katanya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menambahkan, dana santunan nantinya akan dikumpulkan dari anggota TKN Jokowi-Ma\'ruf dan kemudian diserahkan oleh perwakilan TKN ke KPU.
Kemudian, kepada para saksi yang meninggal dunia karena kelelahan, menurut Ace, TKN akan memberikan santunan khusus kepada istri dan anak-anak korban yang ditinggalkan.
Politisi Partai Golkar ini menambahkan, dirinya sudah berbincang-bincang dengan beberapa anggota DPR RI di TKN perihal usulan evaluasi penyelenggaraan pemilu serentak ini, terutama pada aspek penyelenggaraannya.
Menurut Ace, dari hasil bincang-bincang tersebut, ada beberapa catatan. Pertama, dari aspek penyelenggaranya, perlu ada pembatasan jam kerja, misalnya sampai delapan jam kerja kemudian istirahat, sehingga tidak terjadi kelelahan.
Kedua, TKN akan mendorong melalui wakil-wakilnya di DPR, agar para pejuang demokrasi di TPS-TPS itu mendapatkan jaminan asuransi, baik kesehatan maupun jiwa. "Ini menjadi rekomendasi penting," katanya.
Selain itu, substansi pemilu serentak, yakni penggabungan pemilu legislatif dan pemilu presiden juga harus dikaji dan diusulkan agar dipisahkan kembali. "Ini perlu ada kajian mendalam, agar penyelenggaraan pemilu betul-betul terselenggara dengan baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dua Pos Lantas di Surabaya dilempari bom molotov. Polisi menangkap pelaku dan masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Cristiano Ronaldo mengisyaratkan musim 2026-27 bisa menjadi tahun terakhirnya sebagai pesepak bola profesional setelah karier lebih dari 20 tahun.
PLN menyiagakan 45.000 personel di 2.275 titik untuk menjaga keandalan listrik HUT RI ke-81 dengan cadangan daya 9 GW.