KPU Minta Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Penghitungan Suara Luar Negeri

Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso Rabu, 10 April 2019 22:37 WIB
KPU Minta Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Penghitungan Suara Luar Negeri

Sukarelawan KPU mempersiapakan logistik untuk pelaksanaan Pemilu 2019 di gedung logistik KPU Tangerang Selatan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/4/2019)./Antara-Muhammad Iqbal

Harianjogja.com, JOGJA—KPU berharap polisi bisa menindak penyebaran hoaks hasil penghitungan pemilu luar negeri tanpa harus menunggu laporan.

Ketua  KPU Arief Budiman mengatakan hasil penghitungan di luar negeri sebagaimana ramai tersebar tidak benar. Sebab, semua penghitungan dilakukan serentak pada 17 April mendatang di setiap Kantor Perwakilan Luar Negeri Indonesia (KPRI).

“Bisa tidak ya ini langsung ditangani atau ditangkap atau enggak harus pakai laporan? Karena kalau harus pakai laporan, terus terang saja prosesnya kan panjang,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Arief menjelaskan energinya sudah habis untuk persiapan pemilu. Oleh karena itu jika harus mengurusi isu hoaks, sama saja menambah pekerjaan KPU.

“Iya kami mengimbau polisi bisa menindak. Karena itu jelas, berita itu tidak benar,” jelasnya.

Berdasarkan kabar bohong yang ada di media sosial, tersebar hasil seluruh pemilihan sementara di luar negeri. Nyaris semuanya memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan jarak cukup jauh. Berikut adalah hoaks hasil pemilu luar negeri yang sudah tersebar.

Saudi Arabia 
01  : 25,6 persen        
02 :  65,4 persen

Yaman          
01  : 23,4 persen         
02 :  66,6 persen

Belgia            
01  : 17,1 persen        
02 :  82,2 persen

Jerman         
01  : 12,3 persen 
02 :  87,7 persen

UEA              
01  :  22,7 persen
02 : 61,3 persen

USA               
01  :  9,4 persen
02 : 89,9 persen

Ukraina        
01  :  3,4 persen
02 : 96,6 persen

Papua Nugini   
01 :  57,1 persen
02 : 42,3 persen

Taiwan          
01  :  59,8 persen
02 : 40,2 persen

Hongkong    
01  :  45,2 persen
02 : 46,8 persen

Korea Selatan   
01 : 35,2 persen
02 : 64,8 persen

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online