Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Kendaraan melintas di Jembatan Tinawas, Desa Ketitang, Nogosari, Boyolali. Peringatan larangan membuang sampah terpasang di area jembatan yang dulunya merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Foto diambil belum lama ini. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
Harianjogja.com, BOYOLALI--Sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) di Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari, Boyolali, ditutup oleh pemerintah desa setempat. Renacananya, TPS tersebut akan didirikan Pos Keamanan Desa.
Seperti diketahui, bekas TPS di sisi utara Jembatan Tinawas di Jl. Nogosari-Kalioso menjadi TPS liar selama belasan tahun. Tumpukan sampah basah seperti bekas makanan dan popok bayi mengakibatkan bau tak sedap kerap muncul dan menuai keluhan masyarakat.
Awal Februari lalu, pihak desa menutup area TPS liar itu dengan memberi pagar pembatas. Pagar dilengkapi spanduk berukuran sekitar 5 meter x 3 meter dengan dua tulisan peringatan.

Pertama adalah peringatan pemberian sanksi bagi warga yang masih membuang sampah sembarangan serta pengumuman bahwa di tempat tersebut akan dibangun pos keamanan desa.
Kepala Desa Ketitang, Suparmin, menuturkan wilayah Ketitang yang berada di tepi jalan raya kerap menjadi sasaran TPS liar oleh warga yang bukan hanya warga desa. “Untuk itu kami beri pagar pembatas agar TPS liar tak muncul lagi,” ujar dia ketika berbincang dengan Solopos.com, pekan lalu.
Suparmin menambahkan selain ruas Jembatan Tinawas, tempat lain yang kerap menjadi sasaran TPS liar ada di kawasan Lapangan Klayutan. Untuk itu, ke depan desa berencana membangun TPS komunal.
Sementara itu, disinggung mengenai pembangunan pos keamanan desa Suparmin berencana memulainya pada tahun ini. “Hanya saja anggaran harus bergantian dengan pembangunan gedung serbaguna,” imbuh dia.
Dia juga mengatakan belum ada rincian anggaran mengenai pembangunan pos keamanan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
mpatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu perhatian pemerintah. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
Pegadaian bergerak cepat membantu pemulihan pascagempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
Cek rute dan tarif Trans Jogja 2026, mulai Rp500 untuk pelajar hingga Rp3.500 untuk pembayaran tunai.