Utang Luar Negeri Indonesia Melambat, Rasio terhadap PDB Turun
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
Sosialisasi bela negara dengan melibatkan anak muda milenial di Kota Jogja, Sabtu (30/3/2019). /Ist-Kemenhan.
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan berbagai cara untuk meningkatkan rasa bela negara terutama di kalangan anak muda saat ini yang dikenal dengan generasi milenial. Salah satunya melalui film bertemakan nasionalisme yang dapat meningkatkan heroisme di kalangan anak muda untuk cinta terhadap bangsa sendiri. Hal itu dibahas dalam kegiatan Sosialisasi Bela Negara pada salah satu hotel di Kota Jogja, Sabtu (30/3/2019).
Analis Madya Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Kolonel Inf Alex Batoek mengatakan pentingnya menumbuhkan heroisme di kalangan generasi muda sehingga bisa tumbuh rasa dan tanggungjawab bela negara. Menurutnya film bertemakan nasionalisme menjadi salah satu media yang efektif dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa sendiri .
“Kami pernah membuat film Seteru namanya dengan sutradara terkenal juga, tetapi saat bersamaan ada film lain yang berbarengan diputar juga. Film itu menceritakan bagaimana pertengkaran di kalangan remaja sekolah itu kemudian bisa damai, persaingan geng motor bisa damai,” terang dia dalam keterangan persnya, Sabtu (30/3/2019).
Ia mengatakan melalui film tersebut seperti yang pernah dibuat pada era terdahulu, cukup efektif dalam menumbuhkan rasa nasionalisme. Terutama film berkaitan dengan perjuangan bangsa. Karena film lebih sering digemari kalangan anak muda. “Memang sangat perlu untuk membuat metode penyampaian yang tepat sesuai dengan perkembangan zaman, sesuai kebutuhan anak muda,” ucapnya.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta berpendapat pemerintah harus menggunakan cara yang halus untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi milenial. Oleh karena itu pemerintah perlu mendorong terkait karya film yang bisa meningkatkan rasa nasionalisme dengan melibatkan seniman dan sutradara yang mampu menghasilkan kata seni budaya mengandung cinta tanah air.
“Saya yakin kalau menarik pasti akan banyak ditonton sehingga bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air. Kalau perlu negara memberikan subsidi itu yang perlu kita dorong. Sekarang sudah berjalan tetapi perlu ditingkatkan, agar membuat film yang menarik bagi anak muda tetapi bisa menumbuhkan bela negara,” katanya.
Alex Batoek menyatakan, selain film banyak yang telah dilakukan oleh Kemenhan dalam rangka mengkader generasi muda dengan bela negara. Pihaknya sudah bekerja sama dengan Kesbangpol daerah untuk menggelar beragam kegiatan bela negara. “Film tadi itu menjadi salah satu cara saja, tetapi memang cukup efektif,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.