KPK Tunda Pemeriksaan Muhadjir Effendy Terkait Kasus Kuota Haji
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Ilustrasi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman(kanan) bersama Komisioner KPU RI Divisi Sosialisasi, Wahyu Setiawan(kiri) dan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti (tengah) melakukan simulasi pemungutan suara pada Rumah Pintar Pemilu (RPP) di Taman Pintar, Jalan P. Senopati, Jogja, Rabu (02/05/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan dalam waktu dekat surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 selesai dicetak, dan segera didistribusikan kepada sejumlah daerah.
"Ya insya Allah rampung, kalau soal produksinya sudah selesai 100 persen, tinggal distribusinya saja yang masih on going proses," kata Ketua KPU RI, Arief Budiman kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).
Arief menargetkan pada hari ini tepatnya tanggal 27 Maret 2019, surat suara harus sudah selesai, namun dirinya juga hingga saat ini mengaku belum melakukan pengecekan kembali terkait selesainya kertas suara tersebut.
"Nanti saya cek lagi, saya belum cek update informasinya," ujarnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.