Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul tahun ini berencana membangun lima titik ruang terbuka hijau (RTH). Anggaran untuk kelima RTH tersebut disiapkan Rp2 miliar dari APBD Murni 2019 ini.
Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan lima titik RTH yang akan dibangun dua di antaranya di wilayah perkotaan, tepatnya di depan Markas Polres Bantul dan Simpang Empat Klodran. Sementara tiga RTH lainnya di wilayah Sewon, Piyungan, dan Kasihan. "Bukan hanya sekedar RTH yang kami bangun tapi juga berfungsi sebagai tempat resapan air sekaligus tempat bermain," kata Ari, Senin (25/3/2019).
Ia mencontohkan RTH Paseban saat ini sudah tidak mampu lagi menampung masyarakat saat sore dan malam hari, terlebih saat akhir pekan. Karena itu menurutnya, RTH publik masih sangat kurang di Bantul. Ia berharap RTH Klodran dan dean Markas Polres Bantul dapat memecah keramaian di sekitar Taman Paseban.
Pembangunan RTH depan Polres Bantul nantinya akan membongkar sebagian aspal untuk dijadikan sumber peresapan dan penanaman pohon. Pihaknya mengklaim sudah mensosialisasikan rencana pembangunan RTH tersebut kepada sejumlah pihak.
Proses pembangunan RTH nantinya juga akan melibatkan pihak swasta melalui dana corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat. Ari mengaku setiap tahun akan beruaya menambah RTH karena RTH di Bantul masih kurang banyak. Ia tidak menyebut kurang berapa namun konsep pembangunan setiap RTH akan didesain menjadi ruang publik. "Terutama RTH di perkotaan yang menjadi ruang publik," ujar Ari.
Selain membangun RTH dan ruang publik, DLH Bantul juga berencana menanam pohon di sepanjang bantaran sungai untuk peresapan. DLH juga akan menggandeng komunitas sungai untuk bersih-bersih sampah yang mengotori sungai. Sampah, kata Ari, menjadi salah satu penyebab genangan air selain intensitas hujan tinggi.
Berdasarkan hasil pengamatan dia genangan air Kali Celeng di wilayah Imogiri itu banyak ditemukan sampah di saluran air. Bahkan khusus di jalan Imogiri Mangunan, atau utara lapangan Karangtalun hingga depan Polsek Imogiri pihaknya mengangkut sebanyak 10 truk sampah. Belum termasuk sampah di kawasan pemukiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.