Sempat Viral, Twitter dan Youtube Berloma-lomba Hapus Video Penembakan di Selandia Baru

Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani Sabtu, 16 Maret 2019 18:37 WIB
Sempat Viral, Twitter dan Youtube Berloma-lomba Hapus Video Penembakan di Selandia Baru

Youtube

Harianjogja.com, JAKARTA--Sejumlah pengguna Twitter dan Yotube melaporkan video siaran langsung penembakan jamaah di masjid Selandia Baru yang menewaskan 49 orang masih bisa diakses selama beberapa jam setelah diunggah di akun tersangka. Kedua platform tersebut menyatakan akan bergerak cepat untuk menghapus konten video tersebut. 

Video tersebut menunjukkan sudut pandang orang pertama yang menembak dengan membabi-buta di sebuah masjid yang diketahui bernama Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru.

Facebook, Youtube, dan media sosial lainnya mengalami kesulitan menghapus konten ofensif dari situs-situs yang mendatangkan pendapatan jutaan dolar dari pengiklan tersebut.

"Kami ikut berduka atas tragedi yang terjadi di Selandia Baru," tulis Youtube yang dioperasikan oleh Google dalam statusnya di Twitter, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (16/3/2019).

Sementara itu, dalam pernyataan di Twitter, Facebook menyatakan kepolisian telah memberikan notifikasi bahwa ada siaran langsung atas kejadian penembakan di akunnya. Atas pemberitahuan itu, mereka mengungkapkan telah menghapus video, akun Facebook dan Instagram tersangka. "Kami juga menghapus komentar-komentar yang mendukung penembakan brutal tersebut," ujarnya.

Mia Garlick, perwakilan Facebook di Selandia Baru juga berjanji akan bekerjasama dengan kepolisian Selandia Baru seiring dengan masih berjalannya proses penyelidikan.

Di Amerika Serikat, platform-platform itu juga dikritik telah menyebarkan informasi politik yang keliru yang berakhir dengan mengundang pendirinya, Mark Zuckerberg, untuk dimintai keterangan.

Pada Agustus tahun lalu, penembakan di pertandingan video game Madden 19, Florida, terekam video dan disiarkan secara langsung di media sosial. Tak hanya itu, pada awal tahun ini, vlogger Youtube Logan Paul mengunggah sebuah video yang menayangkan sebuah tubuh yang tergantung di atas pohon di Jepang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online