Duh! Meski Belum Mapan, Rerata Gen Z Utang Pinjol Rp5,1 Juta
Jargon menggenjot inklusi keuangan sepertinya perlu ditinjau ulang, seiring maraknya fenomena masyarakat yang memanfaatkan kemudahan akses pinjol.
Petugas sortir dan lipat surat suara menunjukan surat suara yang terdapat kerutan di surat suara Pilpres, di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa(19/2/2019)./ANTARA-Adeng Bustomi
Harianjogja.com, JAKARTA--Elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma\'ruf masih unggul dengan elektabilitas 54,8%, sementara Prabowo-Sandiaga dengan 34,1% dari basis suara. Data tersebut berdasarkan hasil survei Konsep Indonesia (Konsepindo).
Namun, dari selisih elektabilitas sebesar 20,7% tersebut, ternyata masih ada beberapa ceruk suara yang sanggup menjegal Jokowi-Ma\'ruf dari kemenangan telak. "Jokowi-Ma\'ruf Amin memang hampir unggul di semua aspek. Tetapi masih ada juga di beberapa basis suara pasangan Prabowo-Sandiaga mampu membuat surprise," ungkap Direktur Konsepindo Veri Muhlis Arifuzzaman, Rabu (13/3/2019).
Yang pertama terkait alasan memilih. Mayoritas pemilih Jokowi-Ma\'ruf menekankan alasan perhatian pada rakyat dengan persentase 33,9%, mampu mengatasi masalah ekonomi 28,3%, dan berpengalaman sekitar 11%.
Sedangkan untuk Prabowo-Sandiaga, 29,8%, pemilih menilai keduanya sebagai pasangan berwibawa, mampu mengatasi masalah ekonomi 26,7%, dan mampu menciptakan keamanan dan ketertiban 11,3% dengan selisih yang cukup tinggi.
Berikutnya untuk distribusi wilayah dukungan capres, walaupun berhasil menguasai Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara, Jokowi-Ma\'ruf masih kalah di Sumatra.
Di pulau yang memiliki basis suara terbanyak kedua setelah Pulau Jawa ini, Jokowi-Ma\'ruf masih kalah dengan persentase elektabilitas 40% berbanding 42,5% yang mendukung Prabowo-Sandiaga.
"Kejutan lainnya dari Prabowo-Sandiaga, banyak orang Sunda justru memilih Prabowo-Sandiaga dibandingkan Jokowi-Ma\'ruf," ujar Veri.
Pendukung capres-cawapres berdasarkan segmen suku dalam survei ini memang banyak memberi hasil mengejutkan. Selain suku Sunda, Prabowo-Sandiaga berhasil memenangkan hati masyarakat Melayu, Lampung, Sasak, dan Minang. Sedangkan suku Betawi yang identik dengan Prabowo-Sandiaga, justru mendukung Jokowi-Ma\'ruf.
Terakhir, berdasarkan segmen pendidikan, 42,1% pemilih yang pernah lulus kuliah mendukung Prabowo-Sandiaga. Sedangkan tamatan SD, SMP, SMA, cenderung mendukung Jokowi-Ma\'ruf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jargon menggenjot inklusi keuangan sepertinya perlu ditinjau ulang, seiring maraknya fenomena masyarakat yang memanfaatkan kemudahan akses pinjol.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.