Singgung Nurhadi-Aldo, AHY Khawatir Sistem Kepartaian Indonesia Akan Seperti di Amerika

Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova Jum'at, 01 Maret 2019 23:45 WIB
Singgung Nurhadi-Aldo, AHY Khawatir Sistem Kepartaian Indonesia Akan Seperti di Amerika

Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik Partai Demokrat di Jakarta, Jumat (1/3/2019)/JIBI-Bisnis Indonesia-Denis Riantiza M

Harianjogja.com, JAKARTA - Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  menyoroti pilpres yang digelar bersamaan dengan pileg saat menyampaikan pidato politik Partai Demokrat. Menurut dia, sistem yang berlaku saat ini berpotensi menciptakan corak politik seperti di Amerika Serikat.

Menurutnya, sistem tersebut hanya menguntungkan partai pengusung utama calon presiden. Sebab partai pengusung utamalah yang paling berpotensi mendapatkan efek elektoral terbesar. Dia khawatir sistem pemilu yang ada saat ini ke depan bisa mengakhiri era multipartai dan menyisakan hanya dua partai besar, seperti di Amerika Serikat.

"Kami berpendapat, Indonesia belum siap dan juga belum tentu cocok mengadopsi sistem kepartaian model Amerika Serikat tersebut. Partai Demokrat berpandangan, bahwa sistem multipartai merupakan pilihan yang paling rasional, dihadapkan pada kemajemukan dan latar belakang historis bangsa ini," kata AHY di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Melihat kondisi tersebut, dia menginginkan pascapemilu 2019 nanti, semua pemangku kepentingan harus duduk bersama dam melakukan dialog untuk membangun konsensus nasional tentang sistem politik apa yang paling cocok bagi Indonesia di masa mendatang.

"Kepada presiden mendatang, Partai Demokrat merekomendasikan untuk mengkaji kembali sistem kepartaian dalam kehidupan berdemokrasi kita," katanya.

"Kita yakin, rakyat saat ini sudah lelah dengan friksi-friksi atau gesekan-gesekan politik yang terjadi. Munculnya satir capres alternatif Nurhadi-Aldo di media sosial, dan cukup besarnya potensi golput adalah indikasi kejenuhan masyarakat terhadap kehidupan politik dan demokrasi saat ini."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online