Ini Beda Gaya Kepemimpinan Soeharto dengan Jokowi Menurut Wapres JK

Newswire
Newswire Kamis, 28 Februari 2019 18:37 WIB
Ini Beda Gaya Kepemimpinan Soeharto dengan Jokowi Menurut Wapres JK

Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). /Suara.com-Dwi Bowo Raharjo

Harianjogja.com, JAKARTA-- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengritik gaya pemerintahan yang sudah dialaminya.

Ia bercerita soal gaya pemerintahan Presiden Soeharto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, gaya pemerintahan kedua Presiden itu sangat jauh berbeda.

Disebutkannya, JK yang pada saat era Presiden Soeharto masih menjadi pengusaha, melihat pemerintahan Soeharto terlalu otoriter dan banyak nepotisme.

Bahkan, dalam menyelesaikan masalah nasional Soeharto hanya satu kali dalam sebulan mengadakan rapat dengan para menterinya.

"Tapi saya jamin pengalaman 4 tahun dengan Jokowi, beliau tidak kepikiran otoriternya, yang repot kita apa saja dirapatkan. Sampah saja dirapatkan, rapat dua-tiga kali, apalagi soal pertumbuhan, kadang-kadang Menteri Keuangan sibuk mencatat sampai lupa," kata Wapres JK di Hotel Westin, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Selain itu, pemerintahan Soeharto juga selalu membawa anak-anaknya ke tatanan pemerintah. Berbeda dengan Jokowi yang tidak membawa anak-anaknya ke ranah pemerintahan.

"Zaman dulu kalau anak menteri anak presiden tidak ikut bisnis pemerintah itu enggak benar kan. Sekarang anak kita muncul ke kantor sudah dibicarakan \'ada urusan apa itu?\' Apalagi yang anak pak Jokowi, satu jual martabak satu jual pisang goreng," imbuh dia.

Ketua Umum PMI ini pun menambahkan, sikap otoriter itulah yang membuat Soeharto jatuh dari kursi Presiden.

"Kenapa Soeharto jatuh, karena pemerintahannya otoriter dan nepotisme. Otoriter Pak Harto 30 tahun, kemudian ekonomi banyak dikuasai orang terbatas. Maka jatuhlah Pak Harto," pungkas dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online