Gempa M 5,3 Guncang Kupang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
AKBP Rizky Ferdiansyah (kiri) beserta AKP Tony Priyanto (kanan) rilis tindak pidana penyalahgunaan narkoba hasil dari kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) di Mapolres Sleman, Kamis (24/1/2019). Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JAKARTA--Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menemukan narkoba jenis baru atau biasa disebut Ekstasi Diamond.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, narkoba jenis tersebut berasal dari jaringan narkotika Malaysia - Pontianak - Jakarta.
"Jenis narkotika jenis baru, yaitu metoxethamine [MXE] Ekstasi Diamond\' sebanyak sembilan ribu butir," kata Argo kepada wartawan, Senin (25/2/2019).
Argo menyebutkan, penemuan narkoba jenis baru tersebut didapat di salah satu apartemen di Kemayoran, Jakarta Pusat, saat tim melakukan pengembangan kasus narkoba dengan tersangka berinisial SS.
"Saat tersangka SS lakukan transaksi di parkiran salah satu rumah sakit. Setelah disitu dikembangkan di apartemen dan ditemukan narkotika ini," katanya.
Sementara itu, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, awalnya pengedar mengirim bahan haram tersebut kepada seorang pelanggan. Namun, tidak berapa lama pelanggan tersebut malah mengembalikan ekstasi jenis baru tersebut, karena memiliki khasiat yang berbeda.
"Jadi awalnya ekstasi diamond ini dikirim tersangka tapi diretur karena katanya beda. Nah kita kirim ke Labfor dan memang benar kandungan ekstasi diamond ini beda dengan ekstasi," ucapnya.
"Jadi ekstasi diamond ini kandungannya bukan MDMA. Dia kandungannya ada tiga. Pertama Metoxethamine [MXE] yang memang masuk narkotika golongan satu. Ada juga kandungan kafein dan ketamin. Jadi kandungannya MXE, kafein dan ketamin," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o