DPD DIY Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan, Ini Alasannya
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Ahmad Dhani mengenakan setelan jas dan belangkon dalam sidang ujaran kebencian di PN Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018). /Ist-Suara.com
Harianjogja.com, SURABAYA--Di tengah penahanan yang sedang dijalani musisi Ahmad Dhani, keluarga korban tewas tabrakan Dul Jaelani ikut menuntut keadilan.
Keluarga korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan Abdul Qodir Jaelani, putra bungsu Ahmad Dhani , kembali menuntut keadilan atas keenam anggota keluarga mereka. Mobil yang dikendarai keluarganya dihantam oleh mobil milik Dul di Tol Jagorawi, 2013 silam.
Rini, salah satu sanak saudara korban meninggal dalam insiden itu, tampak geram setelah mendapat pemberitaan penahanan Ahmad Dhani. Melalui akun Twitter @persrini, ia meluapkan kekesalannya.
"Bapaknya cuma masuk bui 1,5 tahun dipotong remisi dll... Enggak sampai 1,5 tahun sudah bebas. Bagaimana kabar keponakan gue yang meninggal ditabrak bocah ugal-ugalan? Enggak akan pernah gue ketemu lagi!" tulis Rini dalam akun Twitter miliknya sebagaimana dikutip Suara.com, Kamis (7/2/2019).
Kekesalan Rini berawal dari melihat unggahan salah seorang musisi, Frans Mohede, yang memberikan semangat kepada Dul yang menangis dalam konser Dewa 19 di Malaysia beberapa waktu lalu.
"Semangat terus Dul! Manusia tidak ada yang sempurna, waktu yang akan menyempurnakan," tulis akun @franscmohede.
Melihat unggahan Frans, emosi Rini memuncak. Ia tak terima Ahmad Dhani yang hanya dihukum 1,5 tahun begitu dibela-bela, sementara dalam kasus kecelakaan yang menimpa keluarganya hingga menewaskan enam orang.
Komentar Rini mendapat dukungan penuh dari warganet. Warganet meminta Rini bersabar dan memberikan semangat penuh.
Untuk diketahui, Dul terlibat kecelakaan maut menewaskan enam orang di KM 8+200 Tol Jagorawi pada Minggu (8/9/2013).
Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan Dul mencapai kecepatan 105,8 km/jam hilang kendali, lantas membanting setir ke kiri hingga menabrak pembatas jalan dan terpelanting ke lawan arus hingga menabrak mobil Daihatsu Grand Max.
Saat itu, usia Dul masih 13 tahun. Hingga kini, kasus itu berlalu begitu saja. Keluarga Ahmad Dhani berjanji untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.