Pajar Ariyana ke Final Asian Games 2026, Hadapi Kanoa Igarashi
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, KUDUS- Kisah tragis dialami tiga anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar asal Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mereka ditemukan tewas tenggelam di genangan banjir yang ada di areal persawahan desa setempat, Jumat (1/2/2019).
Menurut salah seorang warga Desa Setrokalangan, Aswati di Kudus, Jumat, meninggalnya tiga anak tersebut berawal ketika lima anak bermain di kompleks persawahan yang sedang tergenang banjir.
"Mereka bermain diperkirakan pukul 13:00 WIB. Kebetulan saya sempat mengingatkan mereka agar tidak bermain di genangan banjir khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, salah satu dari mereka merupakan kerabat," ujarnya.
Kebetulan, kata dia, hampir semua areal persawahan di dekat rumahnya memang tergenang banjir, sehingga akses jalan di dekat sawah juga ikut tergenang banjir.
Sekitar pukul 13:30 WIB, ada salah satu anak bernama Ilham yang kebetulan tidak ikut main di dalam genangan banjir melapor kepada ayahnya bahwa ada tiga temannya yang bermain di air dan tenggelam.
Selanjutnya, kata dia, Kisul yang merupakan ayah Ilham tersebut menuju lokasi ketiga anak yang dikabarkan tenggelam tersebut.
"Ternyata benar, ada tiga anak yang tenggelam di genangan banjir di areal persawahan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal," ujarnya.
Ketiganya, bernama Imam Hernandes (8), Anak Andika Rehan (10) dan Jofan Prasetyo (8), ketiganya warga Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan.
Ketiga anak tersebut ternyata tercebur ke dalam sumur yang ada di areal sawah milik Batin dengan kedalaman berkisar 1,5 meter.
Sementara korban selamat karena tidak ikut bermain, yakni Ilham dan Saputra Rehan yang juga warga desa setempat.
Camat Kaliwungu Muhammad Fitrianto didampingi Kades Setrokalangan Edi Siswanto membenarkan ada tiga warganya yang masih anak-anak meninggal dunia karena terjebur ke dalam sumur yang ada di areal persawahan Jumat (1/2) siang.
Sumur tersebut, kata dia, digunakan untuk menampung air pada musim kemarau.
Atas kejadian tersebut, dia akan meminta, pemilik memagari sumur tersebut, sehingga kasus serupa tidak akan terulang kembali.
"Petani lainnya yang memiliki sumur di areal persawahan juga kami minta memagarinya agar ketika banjir seperti sekarang diketahui warga," ujarnya.
Ketiga korban meninggal tersebut, katanya, ada yang dibawa ke Puskesmas Kaliwungu, Rumah Sakit Kumalasiwi serta RS Islam Kudus.
Hasil pemeriksaan tim medis, ketiga korban tersebut dinyatakan meninggal karena tenggelam.
Atas peristiwa tersebut, Pemkab Kudus siap membantu ketiga keluarga korban karena sebelumnya juga dilaporkan kepada Bupati Kudus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.
Stasiun Lempuyangan ditata bertahap hingga 2027. Mulai 2028, penumpang KRL akan dilayani melalui akses Utara.