OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Yusril Ihza Mahendra./JIBI
Harianjogja.com, SURABAYA- Gara-gara politikus Yusril Ihza Mahendra merapat ke Jokowi sebagai pengacara, Forum Silaturahim Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jatim meminta Ketua Umum PBB tersebut diberi teguran.
Forum Silaturahim Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jatim meminta M.S. Ka\'ban selaku Ketua Majelis Syuro DPP Partai Bulan Bintang (PBB) menegur Yusril Ihza Mahendra selaku ketua umum atas sikapnya pada Pemilihan Umum Presiden 2019.
"DDII bersama seluruh keluarga besar merasa berkewajiban mengawal dan menyerukan arah politik umat, khususnya kepada kader partai," ujar Ketua Majelis Syuro DDII Jatim, Tamat Anshory Ismail, melalui siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, Senin (31/12/2018).
Permintaan teguran kepada Yusril disebutnya perlu dilakukan karena kader belum bisa memahami keputusannya menjadi pengacara Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Joko Widodo/K.H. Ma\'ruf Amin meski pada setiap kesempatan kapasitasnya menjalankan profesi.
DDII, kata dia, menegaskan kepeduliannya terhadap PBB selaku wali amanah bersama 27 ormas Islam yang turut membidani lahirnya partai peserta Pemilu 2019 nomor urut 19 tersebut untuk melanjutkan perjuangan politik Partai Masyumi.
Rekomendasi tersebut dilakukan DDII bersama pondok pesantren yang tergabung dalam BKSPPI, tokoh masyarakat, Ormas Islam, dan cendekiawan muslim di sela menggelar silaturahim pada hari Minggu (30/12/2018).
Sementara itu, M.S. Ka\'ban mengatakan bahwa gonjang-ganjing politik di tubuh PBB saat Yusril menjadi pengacara Pasangan Calon Nomor Urut 01 belum bisa dipahami secara jernih oleh keluarga besar, simpatisan, dan kader partai.
"Akan tetapi, seribut dan seriuh apa pun, PBB harus tetap utuh. Puluhan tahun saya mengenal Yusril selaku pribadi yang tetap konsisten dalam perjuangannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)