Asian Games 2026: Leica Raih Medali Perunggu, Ghozi Jadi Finalis Menembak
Leica Al-Humaira Lubis meraih perunggu Asian Games 2026, sementara Kanurian Al Ghozi menembus final Men’s 10m Air Rifle.
Simulasi bencana alam, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, JAKARTA- Siap siaga dan membekali diri dengan kemampuan tanggap darurat itu penting. Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) B Wisnu Widjaya mengatakan 34,9% orang selamat saat kejadian bencana karena mampu menyelamatkan diri sendiri.
"Karena itu tidak usah tergantung kepada tim penolong saat terjadi bencana tapi ibu-ibu bisa menyelamatkan diri sendiri dan keluarga," katanya pada Kick off program Hari Kesiapsiagaan Bencana dalam memperingati Hari Ibu di Jakarta, Jumat (21/12/2018).
Lebih lanjut dia mengatakan dari survei yang dilakukan di Jepang tersebut, 31,9 persen korban bencana selamat karena diselamatkan oleh keluarga.
Sedangkan 28,1% mampu bertahan dan selamat dari bencana karena pertolongan dari tetangga, sementara yang dapat diselamatkan oleh regu penyelamat hanya 5%.
Karena itu menurut dia kuncinya adalah kesiapsiagaan individu terhadap bencana dalam hal ini perempuan atau ibu-ibu yang paling memahami keadaan rumahnya.
Menurut Wisnu, cara sederhana untuk menyelamatkan diri dari bencana dimulai dari rumah dengan memahami rumah sendiri dengan baik.
"Kalau panik ke mana harus menyelamatkan diri, ke mana harus keluar dan di mana letak barang-barang yang berbahaya harus diketahui. Yang paling penting adalah membangun insting untuk selamat," tambah dia.
Dia mengatakan, dalam setiap kejadian bencana perempuan dan anak-anak menjadi korban yang paling rentan dan perlu perlakuan khusus.
Karena itu perlu peningkatan pengetahuan terutama perempuan dan ibu bagaimana menghadapi bencana untuk diri sendiri, keluarga dan tetangga.
Terlebih lagi wilayah Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana alam yang kapan saja bisa terjadi maka kesiapsiagaan sangat penting.
Ancaman bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, tsunami, gunung meletus dan lainnya juga bisa terjadi kapan saja ditambah karena berbagai faktor seperti pertambahan penduduk, perubahan iklim, kerusakan lingkungan dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Leica Al-Humaira Lubis meraih perunggu Asian Games 2026, sementara Kanurian Al Ghozi menembus final Men’s 10m Air Rifle.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 22 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.