Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Foto aerial kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). Jalan raya tersebut ambles sedalam sekitar 20 meter dengan lebar 30 meter pada Selasa (18/12/2018) malam diduga karena proyek pembangunan gedung di sekitar lokasi./ANTARA FOTO-Didik Suhartono
Harianjogja.com, SURABAYA- Rumah Sakit (RS) milik Grup Lippo Siloam dan PT Nusa Kontruksi Enjinering (NKE) digugat warga.
Jutaan warga Surabaya mengajukan gugatan class action terhadap Rumah Sakit (RS) Siloam dan PT Nusa Kontruksi Enjinering (NKE). Mereka digugat menyusul amblesnya Jalan Raya Gubeng , Surabaya.
Diwakilkan M Soleh and Partner, gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat (21/12/2018).
Informasi yang didapat Suara.com-jaringan Harianjogja.com menyebutkan bahwa yang menjadi tergugat adalah PT Nusa Kontruksi Enjinering Tbk yang beralamat di Jalan Sunan Kalijaga No. 64 Jakarta Selatan 12160, untuk saat ini berkantor di Jalan Raya Gubeng Nomor 78 Surabaya. Sementara tergugat dua adalah Siloam Hospital Surabaya yang beralamat di Jalan Raya Gubeng No. 70, Gubeng, Kota Surabaya.
Dalam gugatannya, satu juta warga Surabaya menuntut ganti rugi per anggota Rp10.000 selama 30 hari. Hal itu karena mereka harus mengalami kemacetan memutar mencari jalan alternatif, tidak melawati Jalan Raya Gubeng.
"Jadi kami menuntut agar Tergugat 1 dan Tergugat 2 membayar ganti rugi secara tanggung renteng kepada Penggugat dan kelompoknya sebesar 10.000, kali 1.000.000 orang kali 30 hari Rp 300.000.000.000," ujar Soleh.
Soleh menyebut kontraktor yang mengerjakan proyek perluasan gedung milik Tergugat dua, yang mana Tergugat dua mempunyai keinginan untuk membangun perluasan rumah sakit miliknya.
Bahwa, pada Selasa tanggal 18 Desember 2018 sekitar pukul 21.30 WIB tiba-tiba bangunan tembok penahan gedung basemen roboh yang mengakibatkan tanah di Jalan Raya Gubeng tepatnya di depan toko tas Elisabeth Raya Gubeng Nomor 53 dan kantor cabang utama BNI Gubeng ikut ambles sedalam 15-20 meter dan panjang 50 meter.
"Tergugat 1 yang nyata-nyata melakukan pengerjaan bangunan basement gedung baru milik Tergugat 2, diduga dilakukan secara tidak hati-hati yang pada akhirnya berdampak terhadap amblas dan terputusnya Jalan Raya Gubeng. Ini merupakan perbuatan yang dapat dikwalifisir sebagai perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian bagi Penggugat dan kelompok masyarakat Surabaya yang berkepentingan atas pemanfaatan Jalan Raya Gubeng Surabaya tersebut," jelas Soleh.
Amblesnya jalan Raya Gubeng tepatnya di depan toko tas Elizabeth dan kantor cabang utama BNI Gubeng itu mengakibatkan jalan Raya Gubeng terputus dan tidak bisa berfungsi.
"Akibatnya penggugat mengalami kerugian dengan adanya jalan Raya Gubeng Surabaya khususnya di depan toko tas Elisabeth (yang) amblas, sehingga akses jalan Raya Gubeng Surabaya ditutup, dan penggugat harus memutar mencari jalan lain," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Pemkab Kulonprogo memetakan usulan pembangunan dari kalurahan, mulai irigasi, lampu jalan hingga dampak proyek tol untuk diprioritaskan.
Ceker ayam enak dan kaya kolagen, tapi waspadai 11 risiko: kolesterol, tekanan darah, berat badan, natrium, dan gangguan pencernaan. Simak selengkapnya.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.