Inovasi Tak Lihat Kebutuhan Pasar Akan Jadi Sampah

Newswire
Newswire Kamis, 20 Desember 2018 22:10 WIB
Inovasi Tak Lihat Kebutuhan Pasar Akan Jadi Sampah

Mahasiswa UNY peserta PKM Kemenristekdikti yang membuat aplikasi konseling berbasis Android yang diberi nama Konselorku./IST-Humas UNY

Harianjogja.com, JAKARTA -- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan pengembangan produk inovatif tetap mesti memperhatikan kebutuhan dan manfaatnya bagi publik agar tidak berakhir sia-sia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe menerangkan tanpa memperhatikan kebutuhan publik, produk inovatif yang dihasilkan dari riset hanya akan berakhir sia-sia.

"Jadi harus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kalau tidak sesuai dengan kebutuhan, produk inovasi tersebut akan jadi sampah," jelas dia, Kamis (20/12/2018).

Agar bisa berhasil, proses pengembangan suatu produk hasil inovasi harus melihat kebutuhan pasar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online