Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Prabowo menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Yosea Arga
Harianjogja.com, JAKARTA - Dahulu mendukung Prabowo Subianto, Mantan Ketua Umum Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mahmud Mattalitti kini balik mengkritik capres nomor urut 02.
La Nyalla Mahmud Mattalitti telah mengakui keislaman calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo. Padahal, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu ia mendukung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Bahkan, ia mengaku menyebarkan isu-isu negatif terutama soal agama dan keyakinan Jokowi.
"Dulu saya fight untuk dukung si Prabowo. Salahnya Prabowo itu saya tutupi semua. Saya tahu Prabowo. Kalau soal Islam lebih hebat Pak Jokowi," ujar La Nyalla usai bertemu Ma\'ruf Amin di kediaman Ma\'ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).
La Nyalla bahkan menantang Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi imam salat. Ia sesumbar bahwa Prabowo tak akan berani melakukan tantangan darinya ini.
"Pak Jokowi berani mimpin salat. Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Enggak berani. Ayok kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca, bacaan salat. Kita semua jadi saksi," tantang La Nyalla.
La Nyalla kini berani mengatakan bahwa Jokowi bukanlah orang yang anti terhadap Islam. Ia mendapatkan cerita dari masyarakat Boyolali, Jawa Tengah bahwa capres nomor urut 01 itu dulunya suka melaksanakan tirakat. Tak hanya itu, La Nyalla juga kini mengetahui hahwa Jokowi merupakan sosok yang menjaga ibadah puasanya.
"Sebelum saya mencari Pak Jokowi, saya datang ke tempatnya di Boyolali, saya datang ke Rawa Pening. Di situ banyak orang yang mengatakan, Pak Jokowi itu sejak muda itu sudah sering tirakat dan pak jokowi ahli puasa," papar La Nyalla.
Ketua Kadin Jawa Timur ini lantas memahami bahwa menangnya Jokowi pada Pilpres 2014 lalu karena kekuatan doa dari Jokowi dan juga para pendukungnya saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137
Syarat membuat akta kematian meliputi surat kematian, KK, identitas pelapor, hingga formulir. Simak cara dan ketentuan pengurusannya.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.