KKP Akan Cabut Izin KM Maulana 23 Terkait Dugaan Kekerasan ABK
KKP akan mencabut izin KM Maulana 23 setelah dugaan kekerasan terhadap ABK viral. Kapal membawa 28 ABK dan kini diamankan di Dobo.
Puing-puing Lion Air penerbangan JT-610 registrasi pesawat PK-LQP yang ditemukan./Ist-Lion Air Group
Harianjogja.com, PANGKALPINANG - Penyebab jatuhnya Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 masihmenjadi misteri. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan bahwa pengungkapan penyebab jatuhnay pesawat tersebut masih jauh.
Pasalnya, KNKT masih membutuhkan berbagai tahapan dan waktu yang cukup lama guna memastikan apa penyebab insiden yang menelan 189 korban penumpang dan awak itu.
Ketua Sub Divisi Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT dan Ketua Tim Investigasi Musibah Lion Air JT-610, Nurcahyo Utomo mengungkapkan saat ini tim investigasi yang dibentuk KNKT, baru berhasil mengumpulkan data-data awal tentang bagaimana kecelakaan itu terjadi.
"Jadi yang sudah diperoleh dari KNKT yaitu data Black Box Recorder mulai tanggal 23 Oktober yang berisi 19 penerbangan, dan detailnya ini yang sudah kita peroleh. Untuk detail dan beberapa data lainnya juga besok akan kita sampaikan pada saat konferensi pers," ujar Nurcahyo saat pertemuan KNKT dan keluarga korban di Novotel Bangka, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Selasa (27/11/2018).
Nurcahyo menyampaikan ada beberapa tahapan yang masih perlu dilakukan KNKT sebelum dapat merumuskan apa penyebab musibah jatuhnya Lion Air JT-610, seperti dengan meneliti komponen yang dilepas oleh pesawat saat berada di Denpasar-Bali sehari sebelum terjadinya kecelakaan nahas tersebut.
Di sisi lain, lanjut Nurcahyo, KNKT juga masih perlu menggelar rekonstruksi dengan menggunakan simulator milik perusahaan Boeing yang berada di Minneapolis Amerika Serikat (AS).
"Langkah tersebut untuk melengkapi data investigasi, kami di KNKT masih sangat memerlukan rekaman percakapan dalam cockpit atau cockpit voice recorder yang masih dalam proses pencarian guna melengkapi data dari flight data recorder," tukasnya.
Kendati demikian, KNKT juga memastikan bahwa saat ini proses pengungkapan penyebab jatuhnya Lion Air PK-LQP nomor JT-610 ini masih sangat jauh dan masih membutuhkan banyak tahapannya.
"Untuk penyebabnya masih sangat jauh ya. Karena, setelah ini KNKT masih akan melakukan penelitian bagaimana kecelakaan ini dan akan kita rekonstruksi lagi di simulator milik Boeing di Amerika Serikat," pungkas Nurcahyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
KKP akan mencabut izin KM Maulana 23 setelah dugaan kekerasan terhadap ABK viral. Kapal membawa 28 ABK dan kini diamankan di Dobo.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan dari kedua arah.
Jerman ditahan Yunani 0-0 di UEFA Nations League. Hasil ini membuat peluang Die Mannschaft lolos ke Nations League Finals makin sulit.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 5 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan, terdiri dari 12 rute YIA-Tugu dan 12 rute Tugu-YIA.
Pernikahan di Bantul menurun sejak 2023 hingga 2026. Pendidikan, karier, ekonomi dan pandangan soal rumah tangga menjadi pertimbangan.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Senin 5Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.