Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Logo Muhammadiyah./Wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Jokowi berharap organisasi Muhammadiyah tak terseret politik praktis.
Wakil ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi-Ma\'ruf Amin, Arsul Sani menanggapi pernyataan Amien Rais yang meminta pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah menentukan sikap dalam kontestasi Pilpres 2019. Arsul berharap Muhammadiyah tidak ikut terseret dalam agenda politik praktis.
Arsul mengatakan, keputusan PP Muhammadiyah yang membebaskan warganya untuk menentukan pilihannya sendiri dalam Pilpres 2019 sudah tepat. Pasalnya, jika PP Muhammdiyah ikut terseret dalam agenda politik prakatis, maka akan menurunkan level politik kebangsaan Muhammadiyah.
"Itu akan menurunkan level high politik Muhammadiyah, politik kebangsaan Muhammadiyah menjadi level politik praktis. Itu yang menurut saya jangan, jangan karena demi kepentingan sesaat pilpres, sekali lagi baik kepentingan pak Jokowi, KH Ma\'ruf Amin atau Pak Prabowo-Sandi kemudian Muhammadiyah-nya terdegradasi," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (21/11/2018).
Untuk itu, Arsul yang mengatasnamakan TKN Jokowi - Ma\'ruf Amin dan PPP turut menghargai dan menghormati sikap PP Muhammadiyah yang menurutnya tetap menjaga sikap politiknya itu pada tataran politik kebangsaan.
Untuk itu, dia berharap PP Muhammadiyah tetap konsisten mempertahankan sikap politiknya tersebut untuk tidak ikut terseret ke dalam politik praktis.
"Itu justru sudah bagus [sikap politik Muhammadiyah], dan menurut saya itu yang seharusnya dipertahankan. Muhammadiyah sudah memberikan contoh soal ini kepada kita semua," ujarnya.
"Kalo pribadi-pribadi kan memang Muhammadiyah tidak melarang. Tapi kalo meminta katakanlah Ketua Umum PP Muhammadiyah atas nama Muhammadiyah untuk bersikap kepada capres-cawapres tertentu, apakah ke Pak Jokowi ataupun Pak Prabowo menurut saya ya itu problemnya," sambuh dia.
Untuk diketahui, sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang juga merupakan Penasihat Pimpinan Pusat (PP) Muhammdiyah mengaku akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir jika lembaganya tak bersikap pada Pilpres 2019.
"Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nasir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di Pilpres. Kalau sampai seperti itu akan saya jewer," tutur Amien Rais di acara Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137
Syarat membuat akta kematian meliputi surat kematian, KK, identitas pelapor, hingga formulir. Simak cara dan ketentuan pengurusannya.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.