Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc)./JIBI-doc
Harianjogja.com, JAKARTA- Saling sindir antara kubu Prabowo dan Jokowi hingga kini terus berlanjut terkait kinerja dua capres tersebut.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo atau Jokowi–Ma’ruf Amin, Hasto Kristyanto berharap pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto–Sandiaga Uno tidak mengulang permintaan maaf ke publik. Hasto menyebut permintaan maaf pasangan Prabowo-Sandiaga sudah dilakukan sebanyak tiga kali.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono membalikkan pertanyaan ke kubu Jokowi-Ma\'ruf yang dinilainya beberapa kali melakukan kesalahan dan meminta maaf.
"Kalau kubu Jokowi-Ma\'ruf Amin salah nggak pernah minta maaf. Soal penyebutan sontoloyo, soal mobil Esemka yang katanya launching bulan Oktober, pernyataan Bupati Boyolali dan sebagainya," kata Ferry kepada Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Senin (19/11/2018).
Menurutnya, sikap permintaan maaf pasangan nomor urut 2 yang berulang kepada masyarakat merupakan hal yang wajar.
"Jadi ada perbedaan yang sangat jelas dengan kami. Biarlah kami tetap mengambil sikap meminta maaf sekiranya ada pihak yang kurang berkenan, nanti masyarakat yang akan menilainya," ujar juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga itu.
Sebelumnya, Hasto Kristyanto berharap kubu Prabowo tidak lagi mengulangi kesalahan-kesalahan yang ujungnya meminta maaf kepada masyarakat.
"Apa yang terjadi dengan permintaan maaf yang dilakukan berulang kali oleh pak Prabowo dan pak Sandi sebaiknya jangan terjadi lagi dengan memanfaatkan karakter dan kultur rakyat Indonesia yang pemaaf," ujar Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).
Menurut Hasto, permohonan maaf kali ketiga yang dilakukan pasangan Prabowo -Sandiaga seharusnya dijadikan ajang memperbaiki diri, bukan saling menyerang. Ia pun berharap, kampanye pada Pemilu 2019 bisa dijadikan sebagai adu gagasan dan program.
"Tetapi itu betul-betul harus jadi momentum otokritik agar kampanye ini bukan saling serang. Tapi kampanye ini menyampaikan gagasan, adu rekam jejak dan program kepentingan bangsa dan negara," kata dia.
Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu menyebut seorang pemimpin seharusnya memiliki tanggung jawab dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Untuk diketahui, pasangan Prabowo-Sandiaga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada publik sebanyak tiga kali selama masa kampanye Pilpres.
Pertama kali, Prabowo Subianto meminta maaf terkait kasus hoaks Ratna Sarumpet. Kedua Prabowo kembali meminta maaf kepada warga Boyolali terkait pernyataan tampang Boyolali.
Kemudian baru-baru ini, Sandiaga Uno meminta maaf karena kedapatan melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syamsuri di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, Jombang, Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.