Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Sopir angkt di Purwakarta mencopot stiker bergambar Joko Widodo/Okezone-Mulyana
Harianjogja.com, JAKARTA- Politikus Fadli Zon menebar sindiran terkait pemasangan stiker bergambar Jokowi di Jawa Tengah.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon akhirnya urun nimbrung dalam polemik poster Calon Presiden nomor urut 1 Jokowi memakai mahkota bak raja, yang tersebar di sejumlah daerah Jawa Tengah.
Melalui akun Twitter miliknya, meski tak menyebut nama Jokowi, Fadli Zon menyindir poster tersebut dengan melempar pertanyaan apakah Indonesia hendak dijadikan kerajaan serta memerlukan seorang raja?
"Apakah ada yang ingin RI menjadi \'kerajaan\' sehingga harus membuat poster \'Raja\'? Tentu ini bertentangan dengan konstitusi kita ya? Apalagi ini tak ada nasab/trah keturunan \'Raja\'," sindir Fadli, Sabtu (17/11/2018).
Uniknya, dalam tulisan yang diunggahnya tersebut, Fadli menyisipkan kalimat ”Inilah bahayanya ’Petruk Jadi Raja’”. Tak hanya itu, ia juga membuat tagar #petrukjadiraja.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, poster kampanye bergambar Jokowi mengenakan mahkota bak raja merupakan modus kampanye hitam gaya baru.
"Atribut itu seolah-olah mendukung kami, padahal bersifat black campaign," ujar Hasto, Selasa (13/11/2018).
Poster Jokowi bermahkota tersebut tampak terpasang di Kecamatan Ngemplak, yakni kawasan pinggir pagar Bandara Adi Soemarmo, Jawa Tengah.
Dalam poster tersebut, Jokowi memakai kostum tradisional Jawa dengan mahkota di kepala. Berlatar warna merah, Alat Peraga Kampanye (APK) dilengkapi dengan logo PDIP dan kalimat ”Ayo Kita Bekerja untuk Rakyat" .
Hasto menegaskan, pihaknya tak memasang atribut kampanye tersebut. Ia menduga ada pihak-pihak yang memalsukan alat peraga kampanye untuk menjatuhkan pasangan Jokowi – Maruf Amin.
"Dari aspek estetika, komunikasi politik, daya imajinasi, dan teknik kampanye, atribut bergambar PDIP dan Pak Jokowi yang terpasang tersebut bukan kami. Ada pihak-pihak yang memalsukan APK tersebut. Kami yakin, atribut tersebut dipasang oleh pihak yang mau mendiskreditkan kami," kata dia.
Tak hanya itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maruf Amin itu menilai, poster Jokowi Raja itu untuk meruntuhkan elektabilitas kubunya.
Hasto menyampaikan terima kasih kepada kader PDIP yang cepat bekerja mencopot poster Jokowi bermahkota itu dan melapor ke Bawaslu.
"Kami juga sedang memertimbangkan langkah hukum atas pemasangan APK oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.