FAO: Blokade Hormuz Mengancam Produksi dan Distribusi Pangan Global
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Atribut mirip bendera ISIS di rumah Rizieq Shihab di Arab Saudi./Ist via Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA - Eggi Sudjana, Kuasa hukum Imam Besar Habib Rizieq Shihab membeberkan beberapa indikasi adanya operasi intelijen dalam kasus adanya pemasangan bendera berkalimat Tauhid di kediaman kliennya di Arab Saudi.
Habib Rizieq, dikatakan Eggi, mendapatkan informasi adanya operasi intelijen di balik kasus itu dari relasi media-media di Arab yang sudah dibangun sejak lama.
"Menurut pikiran Habib, itu masih ada perasaan-perasaan yang tidak suka kepada Habib," kata Eggi dalam acara diskusi di D\'Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (11/11/2018).
Menurut Eggi, banyak pihak yang ingin mencoba untuk mencari-cari kesalahan Rizieq Shihab. Salah satunya, dengan melakukan pemasangan bendera Tauhid di kediamannya di Arab.
Selain itu, indikasi lainnya, Eggi menjelaskan, pihaknya meyakini adanya operasi senyap mata-mata itu lantaran merangkai dari beberapa kejadian-kejadian sebelum terjadinya pemasangan bendera itu. Salah satunya adanya pernyataan dari Politikus PSI Guntur Romli kepada Habib Rizieq.
"Kalau kami mau cermati sebelum kejadian ini sih baru analisa saya belum dapat informasi, itu Guntur Romli (Politikus PSI) nantang coba kibarin bendera Tauhid di Saudi," ujar Eggi.
"Itu saya ingat betul kurang lebih seminggu sebelum kejadian, terus kejadian. Nah, menurut teori kontra intelijen kalau kami mau kontra terhadap itu, ini udah bagian operasi intelijen yang sudah disepakati," papar Eggi.
Habib Rizieq sendiri sempat diperiksa otoritas Arab Saudi lantaran ditemukannya bendera bertuliskan Tahuhid di kediamannya. Pentolan FPI itu sempat diperiksa satu malam oleh kepolisian Arab sebelum dipulangkan.
Sementara itu, Badan Intelijen Negara (BIN) merespons tudingan yang menyebut pihaknya berada di balik skenario kasus pemasangan bendera bertuliskan Arab di kediaman Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq di Arab Saudi. BIN dengan tegas menyebut jika tudingan itu adalah hoaks dan fitnah, lantaran tak bisa dibuktikan kebenarannya.
“Jadi, tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS (Habib Rizieq Shihab) oleh polisi Saudi adalah hoaks,” kata Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.