LLDikti V Jogja Perkuat Integritas Menuju WBBM 2026, Cegah Gratifikasi
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Sriwijaya Air. /Antarafoto
Harianjogja.com, JAKARTA- Penumpang pesawat Sriwijaya Air Bengkulu-Jakarta ramai-ramai turun dari pesawat karena bau durian. Maskapai penerbangan Sriwijaya Air buka suara terkait rute penerbangan yang mengalami penundaan penerbangan atau delay tersebut. Delay tersebut lantaran ada bau durian yang menyengat dari dalam pesawat, sehingga para penumpang keluar dari pesawat.
Menanggapi hal itu, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Retri Maya mengatakan, terdapat prosedur yang harus dipenuhi maskapai dalam membawa barang penumpang seperti durian.
Menurut dia, pihak maskapai telah melakukan prosedur yang benar dalam pemeriksaan dan pengemasan durian tersebut. Retri melanjutkan, maskapai bukan pertama kalinya mengangkut buah durian di dalam pesawat.
Namun pihaknya enggan menjawab ketika ditanya penyebab bau durian yang menyengat di dalam pesawat, meski telah melakukan prosedur.
"Jadi membawa durian itu ada prosedurnya. Dan untuk operator bukan pertama kali selama cara pengemasannya mengikuti aturan yang ada," ujar Retri saat dihubungi Suara.com, Selasa (6/11/2018).
Retri membantah bahwa maskapai membawa durian sebanyak 3 ton. Dia menjelaskan, 3 ton tersebut merupakan kapasitas maksimal yang bisa dibawa pesawat di dalam kabin dan kargo.
Meski begitu, Retri enggan menyebutkan berapa banyak durian yang dibawa dalam kargo pesawat. Dia juga enggan menyebabkan siapa yang membawa durian tersebut.
"Berita bahwa kami mengangkut 3 ton durian itu tidak benar. Tapi itu sudah termasuk semua bagasi dan cargo. Dan secara corective action kita langsung mengosongkan bagasi serta memundurkan pesawat," imbuh dia.
Sebelumnya, penumpang Sriwijaya Air rute penerbangan Bengkulu - Jakarta ramai-ramai keluar dari pesawat setelah mencium bau durian yang cukup menyengat dari dalam pesawat.
Diduga, pesawat itu membawa durian sebanyak 3 ton. Para penumpang memaksa petugas menurunkan durian dari pesawat atau mereka tidak akan naik kembali ke pesawat.
Karena kejadian itu, keberangkatan pesawat yang semula dijadwalkan pada pukul 10.40 WIB tertunda sekira satu jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
DPD PDI Perjuangan DIY menyampaikan dukacita atas wafatnya Guruh Soekarnoputra dan mengajak kader serta simpatisan mendoakan almarhum.
Nokia sudah lama meninggalkan bisnis smartphone, tetapi tetap mendapat pendapatan dari lisensi paten dan merek. Ini strategi bisnis Nokia setelah era Microsoft.
Indonesia meneken perjanjian bebas visa dengan Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika. Fasilitas ini berlaku bagi paspor diplomatik dan