Banjir Bandang Kembali Terjang Nepal, 40 Rumah Hanyut, Warga Dievakuasi
Banjir bandang di Distrik Gorkha, Nepal, menghanyutkan 35–40 rumah dan sejumlah jembatan. Helikopter dikerahkan untuk evakuasi dan bantuan.
Aksi Bela Tauhid 211 di areal Patung Kuda, depan kantor PT Indosat hingga Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (2/11/2018). /Suara.com-Adit Rianto
Harianjogja.com, JAKARTA- Aksi Bela Tauhid 211 di areal Patung Kuda, depan kantor PT Indosat hingga Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (2/11/2018) diwarnai pendemo cilik. Mulai dari usia 11 bulan hingga enam tahun ikut dalam aksi tersebut.
Anak-anak yang tampak berunjuk rasa bersama orang tuanya, turut mengenakan atribut demo seperti ikat kepala bertuliskan kalimat Tauhid, baju gamis, dan peci.
Di tengah kerumunan ribuan massa, anak-anak tersebut tampak terhimpit oleh pendemo dewasa yang lalu lalang.
Bahkan, satu pendemo cilik bernama Naufal, 6, dikabarkan terpisah dari orang tuanya.
Salah satu orator dari mobil aksi sempat mengumumkan pihaknya menemukan Naufal yang terpisah dari ayahnya, Juned.
Untuk Bapak Juned dari Pinang Ranti harap menemui anaknya di mobil orasi, kata seorang orator yang tidak terlihat sosoknya dari kejauhan.
Ribuan massa dari berbagai daerah di Jabodetabek, Cirebon, hingga Garut, mengikuti aksi Bela Tauhid 211 di areal Patung Kuda, depan gedung PT Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat.
Rencananya, massa akan berunjuk rasa depan Istana Merdeka, tetapi kawat berduri dan jajaran polisi menghalau gerak massa di dua ruas jalan depan Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata.
Aksi dimulai usai ibadah Jumat pada pukul 13.00 WIB dan rencananya berakhir pada pukul 18.00 WIB.
Irwan Syaifulloh, salah satu orator yang mengaku dari elemen gerakan 212, mengaku tuntutan mereka agar pemerintah mengakui bahwa pelaku membakar bendera bertuliskan kalimat Tauhid, bukan bendera kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Ia juga mengatakan, massa meminta agar pemerintah berlaku adil dan menindak pelaku dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Banjir bandang di Distrik Gorkha, Nepal, menghanyutkan 35–40 rumah dan sejumlah jembatan. Helikopter dikerahkan untuk evakuasi dan bantuan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
Edisi pertama Harry Potter and the Goblet of Fire bertanda tangan J.K. Rowling hadir di BBW 2026 melalui kolaborasi dengan Goldsboro Books.
Polda Sultra menempatkan dua anggota Polres Baubau di patsus selama tujuh hari terkait dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis TV One.