Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Sandiaga Uno./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Hubungan PKS dan Gerindra agak memanas terkait pemilihan Wagub DKI Jakarta.
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi adanya ancaman dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan mematikan mesin partai di Pemilu 2019 bila tidak mendapatkan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sandiaga tetap mengklaim kalau sampai saat Partai Gerindra dan PKS tetap solid.
Menurut Sandiaga, riak-riak dalam politik merupakan hal yang wajar. Kendati begitu, dia menegaskan bahwa hubungan yang terjalin antara Partai Gerinda dan PKS yang sudah berjalan selama hampir empat tahun itu tetap solid.
"Partai Gerindra dan PKS itu merupakan kalau kita bilang seperti bersaudara, kita bersama- sama empat tahun dan melewati turbulensi politik dan kita tetap satu," kata Sandiaga Uno saat ditemui di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2018).
Sandiaga juga menampik apabila PKS mengancam akan mematikan mesin partai dalam Pemilu 2019. Bahkan ia menegaskan kalau hari ini Rabu (31/10/2018) dirinya akan melakukan kampanye bersama Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri.
"Kami dengan PKS solid. Habis ini saya bersama Habib Salim jam 09.30 WIB kampanye bareng," ucap dia.
Untuk diketahui, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi sempat mengungkapkan bahwa kader PKS merasa kecewa lantaran alotnya pembahasan wakil gubernur DKI Jakarta dengan partai Gerindra. Padahal, posisi wakil gubernur tersebut sebelumnya telah diserahkan ke PKS sesuai komitmen yang dibuat dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.
"Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis mesin partai pasti mati tuh karena PKS itu kan partai kader," kata Suhaimi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.