Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Menkopolhuman Wiranto/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Masyarakat diminta tak memanfaatkan kasus pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat untuk mengganggu ketentraman masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengimbau masyarakat dapat menahan diri, terkait adanya insiden pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat. Dia meminta agar semua pihak tidak terprovokasi.
Wiranto mengungkapkan, siapa pun dan pihak mana pun yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut untuk hal negatif, sama dengan mengkhianati pengorbanan para pendahulu.
"Siapa pun dan pihak mana pun yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk hal-hal negatif, yang akan mengganggu ketenangan masyarakat, sama dengan mengkhianati pengorbanan para pendahulu kita. Utamanya para santri dan ulama yang telah berkorban untuk NKRI," kata Wiranto di Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).
Wiranto menuturkan, Hari Santri Nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejatinya bertujuan agar semangat para tokoh ulama Islam dan para santri yang telah menempatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniah dan ukhuwah basyariah sebagai sumber inspirasi untuk menegakkan kemerdekaan, dapat terus mewamai kehidupan bangsa.
Ia menuturkan, insiden pembakaran bendera tersebut yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri pada Minggu (22/10/2018), akibat penggunaan kalimat \'Tauhid\' dalam bendera HTI sebagai ormas yang sudah dilarang.
"Yang muncul dalam upacara Hari Santri di beberapa daerah Tasikamalaya, Garut, untuk daerah lainnya bendera tersebut dapat diamankan dengan tertib. Sedangkan di Garut cara mengamankannya dengan cara dibakar oleh oknum Banser," tuturnya.
Untuk diketahui, telah beredar sebuah video yang menampilkan aksi pembakaran bendera hitam dengan kalimat tauhid. Pelaku-pelaku pembakaran bendera itu terlihat jelas menggunakan seragam Banser NU.
Kekinian, Polres Garut telah meminta keterangan tiga orang saksi dalam kasus pembakaran bendera itu. Tiga saksi tersebut terdiri atas seorang panitia acara dan dua orang diduga pelaku pembakaran bendera.
Sementara, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, polisi telah mengantongi identitas pelaku.
"Yang membawa bendera, sudah kami ketahui identitasnya. Polres Garut dibantu Polda Jabar sedang melakukan pengejaran," kata Irjen Setyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.