PHK Industri Tak Hanya Dipicu Harga Gas, Ini Penjelasan Said Iqbal
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. /Antarafoto-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Sebuah survei baru-baru ini mengungkap dampak kasus hoaks aktivis Ratna Sarumpaet terhadap dukungan capres dan cawapres.
Kasus penyebaran berita bohong alias hoaks Ratna Sarumpaet berdampak pada naiknya persentase masyarakat, yang memandang negatif kubu Capres-Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Berdasarkan hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, responden cenderung menjadi menolak atau tidak mendukung Prabowo - Sandiaga pada Pilpres 2019. Jumlah orang yang seperti itu mencapai 17,9 persen dari total 1.200 responden.
Sedangkan responden yang tetap mendukung Prabowo – Sandiaga Uno meski terseret kasus hoaks Ratna Sarumpaet tersebut terbilang stagnan atau tak berubah, yakni 49,8 persen.
Sementara responden yang justru mendukung Prabowo - Sandiaga setelah diterpa skandal hoaks Ratna Sarumpaet mencapai 11,6 persen.
”Sebanyak 17,9 persen responden tak mendukung Prabowo – Sandiaga setelah skandal hoaks karena menganggap Ratna Sarumpaet adalah juru bicara tim sukses pasangan itu,” kata Peneliti LSI Ikrama Masloman di kantor LSI, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (23/10/2018).
Berbanding terbalik dengan kubu Prabowo - Sandiaga, kasus hoaks Ratna itu justru menambah jumlah publik yang memberikan sentimen positif terhadap Capes dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin.
Sekitar 25,09 persen responden memilih untuk mendukung Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019, sejak kasus hoaks Ratna.
Sementara yang menyatakan kasus hoaks Ratna tak memengaruhi penilaian positif mereka terhadap Jokowi- Maruf Amin ada 48,8 persen responden.
”Hanya 6,6 persen responden yang tak mendukung Jokowi – Maruf Amin selah skandal hoaks Ratna. Dalam survei ini sebesar 19,6 persen memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu,” jelasnya.
Survei dilakukan sejak tanggal 10 Oktober hingga 19 Oktober 2018 melalui face to fave interview menggunakan kuesioner.
Jajak pendapat tersebut menggunakan metode sampel acak bertingkat melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi.
Ambang batas kesalahan survei tersebut diklaim kurang lebih 2,9 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Fadli Zon dorong Museum Pos Indonesia di Bandung jadi cagar budaya nasional karena nilai sejarahnya yang penting bagi bangsa.
KPK menetapkan Bupati Langkat Syah Afandin sebagai tersangka OTT terkait suap proyek dan gratifikasi senilai Rp3,5 miliar.
Witan Sulaeman resmi perpanjang kontrak 3 tahun di Persija Jakarta. Siap tampil maksimal di bawah pelatih Shin Tae-yong.
Harga iPhone Juli 2026 di iBox turun, terutama iPhone 16e. Simak daftar lengkap harga terbaru dan seri baru iPhone 17e.
BMKG menyebut Siklon BAVI memengaruhi cuaca DIY. Prakiraan 5-7 Juli cerah berawan, namun gelombang laut selatan berpotensi tinggi.