Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump./Reuters
Harianjogja.com, MOSKOW– Otoritas pemerintah Amerika Serikat dan Rusia saling ancam terkait isu penarikan AS dari perjanjian antisenjata nuklir.
Presiden Donald Trump berencana untuk menarik Amerika Serikat (AS) keluar dari perjanjian antisenjata nuklir antara AS dan Rusia. Tindakan tersebut menimbulkan reaksi dari Moskow yang memperingatkan akan kemungkinan pembalasan dari Kremlin.
Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang dinegosiasikan antara Presiden Ronald Reagan dan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev pada 1987 mengharuskan kedua negara menyingkirkan rudal nuklir dan konvensional jarak dekat dan menengah mereka. Trump menganggap Rusia telah melanggar perjanjian ini dengan pengembangan rudalnya.
Otoritas AS percaya Moskow sedang mengembangkan dan telah mengerahkan sebuah sistem peluncur di darat yang memungkinkannya meluncurkan serangan nuklir di Eropa dalam waktu singkat dan merupakan pelanggaran perjanjian INF. Rusia secara konsisten membantah tuduhan tersebut.
"Rusia tidak, sayangnya, menghormati perjanjian itu sehingga kami akan mengakhiri perjanjian dan kami akan menariknya," kata Trump seusai kampanye di Nevada pada Sabtu (20/10/2018).
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan pada Minggu bahwa penarikan sepihak oleh AS akan "sangat berbahaya" dan mengarah pada pembalasan "militer-teknis".
"Tapi kami lebih suka hal-hal tidak sampai sejauh itu," kata Ryabkov yang dikutip TASS dan dilansir Reuters, Senin (22/10/2018).
Sementara juru bicara Kremlin mengatakan, Presiden Vladimir Putin akan mencari jawaban dari penarikan AS tersebut saat dia bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton di Moskow pekan ini.
Salah satu penandatangan kesepakatan INF, Mikhail Gorbachev yang kini sudah berusia lanjut mengatakan, penarikan AS keluar dari INF akan menjadi sebuah kesalahan besar.
Langkah itu, menurut pria berusia 87 tahun itu, akan secara efektif merusak semua upaya yang dia dan konterpartnya dari AS lakukan untuk mengakhiri perlombaan senjata pada Perang Dingin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
SIM Keliling Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo, Sabtu 31 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Kapanewon Nanggulan.
Menkeu Suahasil Nazara menyebut belanja negara naik sekitar Rp300 triliun akibat penanganan bencana dan kenaikan harga energi dunia.
Prabowo meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi dan menyebut sejumlah pejabat pemerintahan merupakan alumni sekolah tersebut.
Achraf Hakimi mencetak hattrick saat PSG menang 5-1 atas Le Havre. Kemenangan itu mengokohkan posisi Les Parisiens di puncak klasemen.