Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Sejumlah pedagang mencari sisa kebakaran di Pasar Mekar Muntilan, Sabtu (13/10/2018). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Pedagang di Pasar Mekar (Mebel Kayu dan Burung) Muntilan Kabupaten Magelang berharap Pemerintah segera membangun kembali pasar tersebut agar mereka bisa berjualan kembali.
Hal itu diungkapkan sejumlah pedagang, saat mereka membersihkan puing-puing sisa kebakaran di pasar tersebut, Sabtu (13/10/2018). Pasar Mekar terbakar pada Jumat (12/10/2018) malam. Sebanyak 21 kios hangus terbakar, terdiri kios sepeda ontel, pakaian bekas dan warung makan.
Salah satu pedagang, Amarudin, 63, mengungkapkan akibat kebakaran tersebut, ia kehilangan barang dagangan berupa sepeda ontel di tiga kiosnya. "Saya mengalami kerugian Rp100 juta," sebutnya.
Saat kejadian, yakni Jumat malam pukul 20.00 WIB, ia sudah pulang ke rumahnya di Sucen Salam. Mendengar kabar kebakaran itu, ia segera datang ke pasar yang ada di sebelah Terminal Muntilan tersebut. Dibantu sejumlah relawan, ia sempat menyelamatkan beberapa sepeda, namun lebih banyak yang tak terselamatkan dan hangus terbakar.
Hingga Sabtu sore, ia masih berupaya mencari barang yang bisa diselamatkan. Ia berharap Pemerintah segera membersihkan sisa kebakaran tersebut dan membangun kembali tempatnya berdagang itu. "Supaya kami bisa segera berjualan lagi," katanya.
Hal serupa diungkapkan pedagang lain, Sumiatno, 49. Sepanjang Sabtu, ia hanya bisa duduk termenung menatap bekas tempatnya berjualan yang kini menjadi abu dan arang. Ada puluhan sepeda di dua kiosnya, tak ada satupun yang bisa diselamatkan karena kiosnya berada di tengah.
"Sepeda dagangan saya itu jenis alumunium, jadi mudah terbakar. Tak ada yang bisa diselamatkan. Semua hangus," katanya.
Ia pun tak bisa berjualan lagi. Padahal, warga Progowati Mendut Mungkid ini harus menghidupi istri dan dua anaknya. Ia berharap segera dibangunkan tempat berjualan sementara. Selain itu, ia juga berharap dibantu modal dagangan kembali karena dagangannya senilai Rp40 juta tak bersisa.
Pedagang lain, Jarwo mengungkapkan sepanjang hari usai kebakaran, ia belum bisa bertindak apapun karena belum diperbolehkan oleh petugas untuk membersihkan atau mengangkut sisa-sisa kebakaran.
Para pedagang yang kehilangan kios, katanya, tidak memiliki tempat lain untuk berjualan. Mereka juga tidak ingin berjualan di tempat lain, melainkan ingin kembali ke kiosnya semula.
Karenanya, ia berharap Pemerintah segera membangunkan kembali kios-kios tersebut. "Tadi sudah didata para pedagangnya dan kerugian, semoga segera ada kejelasan pembangunan kembali," katanya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis, saat ditemui di lokasi kebakaran mengungkapkan pihaknya akan segera menyiapkan pasar darurat untuk tempat berdagang sementara. "Untuk pembangunan lagi pasar permanen, nanti akan kami bahas lebih lanjut lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.