Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Wajah Ratna Sarumpaet yang dikabarkan bonyok karena dipukuli./Ist
Harianjogja.com, JAKARTA- Politikus Partai Demokrat heran dengan wajah aktivis Ratna Sarumpaet yang dikabarkan polisi habis menjalani operasi plastik.
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean heran Ratna Sarumpaet tidak makin cantik setelah operasi plastik. Hal itu membuat Ferdinan pun ragu jika Ratna Sarumpaet merekayasa kejadian pemukulan.
Ferdinand menjelaskan bahwa dirinya tak yakin apabila muka bonyok Ratna dikarenakan hasil operasi plastik. Apalagi dirinya melihat wajah Ratna Sarumpaet yang tidak seperti orang sehaabis menjalankan operasi plastik.
"Logika saya masih bertanya, operasi plastik apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet? Karena yang saya pahami orang operasi plastik untuk mempercantik diri. Tapi kok Ratna tidak jadi cantik? Tetap saja seperti semula? Inilah yang harus diusut," jelas Ferdinand kepada wartawan, Rabu (3/10/2018).
Saat ini Ferdinand enggan mendukung salah satu pihak. Dirinya menuturkan bahwa masih percaya dengan perkataan Ratna Sarumpaet. Akan tetapi, Ferdinand pun mendukung keterangan kepolisian yang menyatakan Ratna bukan dikeroyok melainkan operasi plastik.
"Artinya bukan bersikap ganda, tapi saya tempatkan keterangan itu dalam derajat yang sama. Saya tidak ingin menuduh salah satu pihak bohong atau tidak jujur," ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya meminta seharusnya segera dibentuk Tim Pencari Fakta terkait pencarian kebenaran atas adanya penganiayaan Ratna Sarumpaet yang diklaim terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada Jumat (27/9/2018). Ferdinand tidak ingin kemudian kasus ini malah memecah persatuan bangsa.
"Maka Tim Ad Hoc pencari fakta bisa meminta keterangan dari dokter yang menangani, memeriksa rekam medisnya dan memeinta keterangan dri Ratna Sarumpaet secara detil. Itu semua akan menjernihkan masalah," tuturnya.
Namun, apabila Ratna Sarumpaet terbukti benar telah menyebarkan berita bohong, Ferdinand menilai Ratna layak untuk diberi hukuman.
"Jika Ratna Sarumpaet berbohong, maka yang berangkutan layak dihukum," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.