PPATK: Indikasi Pencucian Uang di Asuransi Meningkat Tajam
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Ustaz Abdul Somad./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Ustaz kondang Abdul Somad bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Ustadz Abdul Somad menyindir Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti yang datang terlambat di Pondok Pesantren Al Ihsan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan mengatakan akan "menenggelamkannya".
Dua sosok yang selalu menarik perhatian publik tersebut terlibat dalam kegiatan di salah satu pondok pesantren terkemuka di Riau dalam kegiatan "Parenting Akbar dan Makan Ikan Bersama", Desa Kubang Raya, Kabupaten Kampar, Rabu (3/10/2018).
Sesuai jadwal, Menteri Susi seharusnya tiba di lokasi acara pukul 08.30 WIB. Namun, hingga pukul 09.20 WIB menteri Susi tak kunjung hadir. Sementara UAS -- panggilan populer ustadz Abdul Somad -- memilih langsung memulai "tausyiah" tanpa kehadiran Menteri KKP Susi.
Saat mengawali tausyiahnya itulah, UAS kemudian berseloroh akan menenggelamkan Menteri Susi jika dalam waktu 60 menit ceramahnya tak kunjung tiba.
"Kalau sampai ceramah saya habis, 60 menit tak hadir, kita tenggelamkan Bu Susi," kata UAS disambut tawa dan tepuk tangan ribuan jamaah yang terdiri atdari santri dan wali santri tersebut.
Tentu saja, pernyataan UAS itu hanya candaan belaka. "Saya berani \'cakap\' (berkata) begitu karena beliau tak di sini," sambung UAS seraya tersenyum.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Menteri Susi akhirnya tiba di pondok pesantren yang disambut riuh ribuan santri dan jemaah.
Keduanya terlihat akrab bertegur sapa ketika bertemu satu dengan lainnya.
Seketika setelah Menteri Susi duduk, Ustadz Abdul Somad kembali melanjutkan tausyiahnya.
UAS yang juga pengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau itu mencoba mengingat momen keduanya bertemu saat di "Republika Award" beberapa waktu lalu.
"Saya tadi sempat mau \'menenggelamkan\' ibu Susi. Tapi Alhamdulillah ternyata ibu hadir," ujar UAS.
UAS juga melanjutkan bahwa kegiatan bertemakan "Parenting Akbar" itu penting dilakukan karena orang tua juga harus mengerti dasar Agama Islam, selain anak-anak mereka yang belajar di pondok pesantren tersebut.
Selain itu, UAS juga menyatakan dukungannya dengan kebijakan mengonsumsi ikan yang digaungkan oleh Menteri Susi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Pemkab Temanggung mengalokasikan Rp481 juta untuk mendukung Pilkades 2026 di 14 desa. Dana digunakan untuk kebutuhan penyelenggaraan pemilihan.
Persib Bandung kembali kena sanksi larangan registrasi pemain FIFA selama 3 periode terkait kasus mantan pelatih Robert Alberts. Manajemen janji selesaikan.
The Odyssey resmi jadi film terlaris Christopher Nolan dengan Rp19,6 triliun. Kalahkan Dark Knight Rises, pecahkan rekor IMAX, dan siap tayang di China
Jeff Bezos dan Eduardo Saverin selangkah lagi membeli 30% saham Liverpool senilai £4,4 miliar. Konsorsium Amit Bhatia ini akan jadi investasi terbesar di sepak
Kisah Omar Abdulkadir Artan, wasit Somalia yang ditolak AS untuk Piala Dunia 2026, kini mencetak sejarah memimpin Piala Super Eropa PSG vs Aston Villa.