Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Ratna Sarumpaet./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Kejanggalan muncul pada kicauan aktivis Ratna Sarumpaet di media sosial, sebelum heboh kabar ia digebuki hingga babak belur.
Ratna Sarumpaet mengklaim telah dikeroyok sekelompok orang di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jumat (21/9/2018). Pasca pengeroyokan, banyak sumber menyebut Ratna Sarumpaet trauma sehingga memilih untuk menenangkan diri serta pemulihan luka di rumah sakit.
Dari hasil penelusuran pada akun Twitternya @RatnaSpaet, pascakejadian pengeroyokan, Ratna Sarumpaet masih aktif bercuit di media sosial berlambang burung itu.
Seperti yang terlihat pada laman Twitternya, Ratna Sarumpaet masih sempat meretweet beberapa akun Twitter lainnya. Selain itu, dirinya pun masih sempat melayangkan sindiran yang ditujukkan kepada timses pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Maruf Amin.
Ratna mengomentari satu berita yang menuliskan pendapat Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni yang menyebut timses Prabowo-Sandiaga seperti rombongan sirkus.
"Politisi ABG," tulis Ratna pada Sabtu (22/10/2018) pukul 07.54 WIB.
Selain itu, Ratna Sarumpaet pun masih membalas beberapa tweet kritikan yang disasarkan kepadanya dengan kalimat ketus. Padahal beberapa sumber sempat menyatakan bahwa Ratna mengalami trauma mendalam dan ingin menyembunyikan diri.
Seperti yang terlihat pada salah satu cuitannya yang ditulis seminggu pasca kejadian. Salah satu akun Twitter @JohnnyLim777 menuliskan \'Anda Ngaco!\' kepada Ratna. Twit itu pun kemudian dibalas oleh Ratna Sarumpaet.
"Kok kamu sewot? Kamu yang cerdas dong menilai persoalan!! Kalau SMI tidak melakukan kesalahan/kejahatan dia pasti dengan cepat menggugat saya dengan delik “pencemaran nama baik” dan dia tidak lakukan Kan?," ujar Ratna Sarumpaet yang ditulis pada Sabtu (27/9/2018).
Dari hasil penelusuran, hampir setiap hari seusai tanggal 21 September 2018, Ratna Sarumpaet sangat aktif menggunakan akun Twitternya dengan aktivitas melayangkan kritik serta membalas beberapa twit kritik kepadanya.
Untuk diketahui, Rachel Maryam, Politisi Partai Gerindra yang juga mantan artis, membenarkan jika Ratna Sarumpaet dipukul sampai babak belur. Bahkan Rachel Maryam mengatakan Ratna Sarumpaet trauma dan ketakutan.
Hal itu dikatakan Rachel Maryam dalam akun Twitternya, @cumarachel, Selasa (2/10/2018) siang. Dia mengatakan telah mengkonfirmasi keadaan Ratna Sarumpaet. Menurutnya Ratna Sarumpaet dipukuli 21 September.
"Setelah dikonfirmasi, kejadian penganiayaan benar terjadi. Hanya saja waktu penganiayaan bukan semalam melainkan tanggal 21 kemarin. Berita tidak keluar karena permintaan bunda @RatnaSpaet pribadi, beliau ketakutan dan trauma. Mohon doa," kata Rachel Maryam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.