Menlu Janji Selamatkan 9 WNI Foltilla Gaza Ditangkap Israel
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.
Pengungsi gempa Lombok./Antara
Harianjogja.com, LOMBOK UTARA-Warga Desa Gumantar dan Desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat membantah beredar kabar di media sosial jika warga setempat harus meminum air got karena kekurangan air bersih pascagempa bumi beruntun yang mengguncang wilayah itu akhir Juli hingga Agustus 2018.
Berita warga meminum air got ini pun beredar di beberapa media elektronik dan media sosial seperti Facebook. Babinsa setempat langsung tanggap meminta klarifikasi kepada beberapa Kepala Dusun di Desa Gumantar, salah satunya adalah Kepala Dusun Kelanjuhan Prigi yang mana dusun tersebut di katakan lokasi yang katanya masyarakat minum air got.
Kepala Dusun Kelanjuhan, Prigi Sahdan di Lombok Utara, Rabu (26/9/2018), menyatakan bahwa sangat menyayangkan dan kaget dengan berita yang saat ini sudah beredar. Padahal menurutnya hampir semua warga di Desa Gumantar sudah menikmati air bersih dari perpipaan yang ada.
"Saya sangat sayangkan berita tersebut beredar dan saya tegaskan masyarakat berita itu tidak benar. Mana ada warga di Desa Gumantar minum air got. Air yang ngalir di irigasi saja besar sekali dan juga bersih, itu datang dari Gumantar ngalirnya," tegas Sahdan dalam keterangan tertulis.
Babinsa Desa Gumantar Made Santong sangat menyesalkan berita-berita hoax itu dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dan setelah ditelusuri berita itu tidak benar alias hoaks.
"Saya harap semua warga, baik itu relawan dan para aktivis kemanusiaan untuk tidak menyebarkan informasi-informasi yang tidak benar nyatanya. Karena itu bisa menimbulkan keresahan semua pihak. Ayolah kita sama-sama perangi hoaks ini," harapnya saat meminta klarifikasi salah satu Kadus di Desa Gumantar.
Demikian juga di tambahkan oleh Babinsa Desa Sesait Irpan mengatakan bahwa warga di Desa Sesait tidak ada yang minum air got. Gotnya pun tidak ada, apalagi airnya. "Saya sudah klarifikasi sama Kadus Batu Jompang juga, berita itu tidak benar dan pihak Kadus Batu Jompang juga merasa keberatan dengan adanya berita yang beredar di media sosial. Itu berita sesat dan menyesatkan," lanjutnya.
"Musuh terbesar kita adalah hoaks. Jadi mari kita sama-sama perangi hoaks. Karena ini bisa membuat perpecahan dan ketidak nyamanan di kalangan masyarakat," ucapnya.
Perihal warga meminum air got ini muncul pertama kali di akun media sosial Facebook atas nama Datu Diding yang membuat status di akunnya dengan keterangan bahwa warga Desa Sesait dan Desa Gumantar meminum air got karena kekurangannya air bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se