Prabowo Siapkan Skema Tukar Motor Bensin dengan Motor Listrik
Prabowo menyiapkan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik serta pembiayaan bunga rendah untuk masyarakat.
Ilustrasi hutan hujan tropis Sumatra/Ist-basecamppetualang.blogspot.com
Harianjogja.com, SAN FRANCISCO-Tercapai atau tidaknya target "Paris Agreement" salah satunya tergantung dari nasib hutan-hutan di Sumatra. Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Conservation International (CI), Harrison Ford dalam Global Climate Action Summit (GCAS) di San Francisco, Amerika Serikat, Kamis.
"Selama hutan di Sumatra dan Brasil masih terbakar maka target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai Paris Agreement sulit tercapai," kata Ford.
Aktor Hollywood pemeran Indiana Jones ini mengatakan, jika masyarakat global tidak menyetop merusak hutan, tidak ada lagi yang penting di dunia ini. Karena melindungi dan merestorasi hutan dapat menjadi "carbon sink", yang artinya mewakili 30 persen dari apa yang harus dilakukan untuk menghindari katastropik.
Saat ini, ia mengatakan satu-satunya solusi yang memungkinkan untuk menyerap karbon dengan skala global tidak lain yang perlu dilakukan adalah melindungi hutan.
"Jika kita tidak bisa melindungi hutan, kita tidak bisa melindungi diri kita sendiri," ujar Ford.
Lebih lanjut, ia mengatakan perlu memperhitungkan menjaga hutan di setiap level kebijakan pemerintahan yang dibuat untuk mencapai target pengendalian perubahan iklim.
Investasi merawat mangrove, hutan tropis, bersamaan dengan mengembangkan energi baru terbarukan, berhenti merusak ekosistem, berkomitmen mengamankannya ekosistem untuk masa depan, melakukan riset dan reforestasi seperti mengejar riset untuk penyimpanan dan penangkapan karbon.
"Memberdayakan komunitas adat, gunakan pengetahuan mereka, menjaga warisan budaya dan lahan mereka, hormati dan pastikan hak mereka," lanjutnya.
Yang terjadi saat ini nelayan di Kolombia sama-sama menderita dengan nelayan di Somalia karena perubahan iklim. Sementara masyarakat Amerika Serikat di pesisir timur menderita karena badai, sedangkan yang ada di barat California menderita karena kebakaran hutan.
"Jika ingin selamat di bumi kita sendiri, kita butuh alam lebih dari sebelumnya. Alam tidak butuh manusia, tapi manusia butuh alam. Jadi mari jaga hutan dan alam kita," kata Ford.
Ford menjadi pembicara terakhir dalam sesi "Opening Plenary: A Brighter Future" di GCAS hari pertama setelah Utusan Khusus Sekjen PBB dari Amerika Serikat untuk Perubahan Iklim Michael R Bloomberg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menyiapkan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik serta pembiayaan bunga rendah untuk masyarakat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.