IHSG Menguat Usai Data PDB, Saham DCII hingga AMMN Melonjak
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. /Suara.com-Arga
Harianjogja.com, JAKARTA- Capres Prabowo Subianto menegaskan dirinya tak pernah mendukung sistem khilafah untuk menggantikan Pancasila di Indonesia. Dirinya juga mengklaim nyaman dengan model Islam moderat.
Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya nyaman dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok Islam moderat yang berdiri di atas tradisi Indonesia dan menghormati semua agama, ras, suku, dan budaya.
"Kami tadi diskusi tentang demokrasi, kondisi negara dan juga Islam, kami saling bertanya dan saya menyatakan merasa nyaman dengan NU dan Islam yang moderat," kata Prabowo usai berkunjung ke kediaman Presiden Ke-4 RI almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9/2018).
Dia menjelaskan dalam pertemuan yang berlangsung 1,5 jam lebih itu, dirinya mendapatkan pertanyaan apakah dirinya mendukung gerakan yang akan mengubah Pancasila dan mendukung sistem khilafah.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya sebagai prajurit TNI, sumpahnya adalah membela Tanah Air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dia menilai propaganda yang menyebutkan dirinya pro terhadap sistem khilafah merupakan isu yang picik dan berbahaya karena rakyat bisa terpengaruh.
"Jadi saya sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuk Pancasila dan NKRI, tidak mungkin saya akan keluar dari sistem Pancasila dan NKRI," ujarnya.
Prabowo mengatakan ingin menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen jadi bukan Pancasila dan UUD 1945 dipakai sebagai mantra, tapi dijalankan.
Dia menilai kalau Pancasila dan UUD 1945 dijalankan dengan benar maka ekonomi Indonesia akan kuat.
Dia menjelaskan dirinya melanjutkan perjuangan dan pengabdian melalui partai politik setelah keluar dari tentara, yaitu Partai Gerindra dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) berasaskan Pancasila dan sumpah kader untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945.
Istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid mengatakan dirinya berpesan agar Pemilu 2019 harus dijadikan ajang kerukunan bagi semua anak bangsa, bukan sebagai ajang saling hujat atau menjelek-jelekan dan mencaci maki sesama anak bangsa.
Dia menilai tujuan Pemilu adalah membangun NKRI dan merekatkan tali persaudaraan. "Kalau ditanya pesan politik saya, ya itu pesannya," ucapnya.
Selain itu, Sinta mengatakan keluarga Prabowo dengan keluarga Gus Dur sangat dekat dan kedekatan itu sudah terjalin sejak lama.
Dia menceritakan orang tua Prabowo sangat mengagumi sosok Wahid Hasyim sehingga memberi nama Hasyim kepada salah satu anaknya, yaitu adik Prabowo diberi nama Hasyim Djojohadikusumo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.
Veda Ega Pratama finis kesembilan di Moto3 Inggris 2026 setelah start dari posisi ke-15 dan meraih tambahan 7 poin.
Van Gastel menyoroti fisik pemain PSIM Yogyakarta usai uji coba lawan UAD FC sebelum menghadapi tim-tim Super League.
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 520 hektare. Angin kencang membuat api menjalar ke savana dan membakar vegetasi kering.
Seskab Teddy Indra Wijaya menepis anggapan Sekolah Rakyat tak bermutu. Lebih dari 43.000 anak telah mendapat kesempatan belajar.