New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. /Suara.com-Arga
Harianjogja.com, JAKARTA- Capres Prabowo Subianto menegaskan dirinya tak pernah mendukung sistem khilafah untuk menggantikan Pancasila di Indonesia. Dirinya juga mengklaim nyaman dengan model Islam moderat.
Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya nyaman dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok Islam moderat yang berdiri di atas tradisi Indonesia dan menghormati semua agama, ras, suku, dan budaya.
"Kami tadi diskusi tentang demokrasi, kondisi negara dan juga Islam, kami saling bertanya dan saya menyatakan merasa nyaman dengan NU dan Islam yang moderat," kata Prabowo usai berkunjung ke kediaman Presiden Ke-4 RI almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9/2018).
Dia menjelaskan dalam pertemuan yang berlangsung 1,5 jam lebih itu, dirinya mendapatkan pertanyaan apakah dirinya mendukung gerakan yang akan mengubah Pancasila dan mendukung sistem khilafah.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya sebagai prajurit TNI, sumpahnya adalah membela Tanah Air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dia menilai propaganda yang menyebutkan dirinya pro terhadap sistem khilafah merupakan isu yang picik dan berbahaya karena rakyat bisa terpengaruh.
"Jadi saya sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuk Pancasila dan NKRI, tidak mungkin saya akan keluar dari sistem Pancasila dan NKRI," ujarnya.
Prabowo mengatakan ingin menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen jadi bukan Pancasila dan UUD 1945 dipakai sebagai mantra, tapi dijalankan.
Dia menilai kalau Pancasila dan UUD 1945 dijalankan dengan benar maka ekonomi Indonesia akan kuat.
Dia menjelaskan dirinya melanjutkan perjuangan dan pengabdian melalui partai politik setelah keluar dari tentara, yaitu Partai Gerindra dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) berasaskan Pancasila dan sumpah kader untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945.
Istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid mengatakan dirinya berpesan agar Pemilu 2019 harus dijadikan ajang kerukunan bagi semua anak bangsa, bukan sebagai ajang saling hujat atau menjelek-jelekan dan mencaci maki sesama anak bangsa.
Dia menilai tujuan Pemilu adalah membangun NKRI dan merekatkan tali persaudaraan. "Kalau ditanya pesan politik saya, ya itu pesannya," ucapnya.
Selain itu, Sinta mengatakan keluarga Prabowo dengan keluarga Gus Dur sangat dekat dan kedekatan itu sudah terjalin sejak lama.
Dia menceritakan orang tua Prabowo sangat mengagumi sosok Wahid Hasyim sehingga memberi nama Hasyim kepada salah satu anaknya, yaitu adik Prabowo diberi nama Hasyim Djojohadikusumo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.
Presiden Prabowo Subianto memberhentikan sementara Wagub Babel Hellyana terkait kasus pidana. Gubernur kini menjalankan tugas wakil gubernur.
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.