Prabowo Dipastikan Hadiri Puncak Harlah Ke-28 PKB Malam Ini

Newswire
Newswire Kamis, 23 Juli 2026 08:47 WIB
Prabowo Dipastikan Hadiri Puncak Harlah Ke-28 PKB Malam Ini

Presiden Prabowo

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memastikan Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-28 PKB yang digelar di Jakarta pada Kamis (23/7/2026) malam.

Kepastian tersebut disampaikan Cak Imin setelah bertemu langsung dengan Presiden Prabowo pada Rabu (22/7/2026).

“Iya, saya tadi ketemu Pak Presiden. Insyaallah besok (Kamis, 23/7) Presiden hadir,” ujar Cak Imin di Jakarta, Rabu (22/7) malam.

Prabowo Dijadwalkan Berpidato

Tak hanya menghadiri acara puncak Harlah PKB, Presiden Prabowo juga dipastikan akan menyampaikan pidato di hadapan para tamu undangan.

Saat ditanya mengenai agenda pidato Presiden, Cak Imin yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat memberikan jawaban singkat.

“Iya, pasti. Pasti,” katanya.

PKB Sebelumnya Sudah Mengundang Presiden

Sebelumnya, DPP PKB telah mengumumkan bahwa Presiden Prabowo menjadi salah satu tamu kehormatan yang diundang dalam puncak peringatan Harlah Ke-28 PKB.

Sekretaris Panitia Harlah Ke-28 PKB, Rivqy Abdul Halim, mengatakan acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Kamis malam dengan menghadirkan Presiden Republik Indonesia beserta para pimpinan partai politik.

“Acara puncaknya akan dilaksanakan 23 Juli malam yang Insya Allah akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia beserta seluruh pimpinan partai politik sahabat,” ujar Rivqy Abdul Halim di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (6/7).

Sejarah Singkat Berdirinya PKB

Partai Kebangkitan Bangsa didirikan pada 23 Juli 1998 di Jakarta di tengah era Reformasi Indonesia. Pembentukan partai ini diprakarsai sejumlah tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di antaranya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Munasir Ali, KH A. Mustofa Bisri, KH Ilyas Ruchhiat, dan KH A. Muchith Muzadi.

PKB dibentuk sebagai wadah politik bagi warga Nahdliyin yang menginginkan saluran aspirasi politik berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Pada Pemilu 1999, PKB berhasil meraih suara signifikan yang kemudian mengantarkan Gus Dur menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia.

Hingga kini, PKB tetap mengusung ideologi Islam moderat Ahlussunnah wal Jama'ah yang memadukan nilai-nilai keagamaan, pluralisme, dan nasionalisme, serta mempertahankan posisinya sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online