KPK Dalami Kedekatan Maidi dengan Pengusaha EO di Madiun
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Teguh Sriono, ayah kandung Bripda Puput. /Suara.com-Supriyadi
Harianjogja.com, DEPOK- Ayah polwan Bripda Puput Nastiti Devi angkat bicara terkait kabar anaknya akan dinikahi oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Mendengar hal tersebut, Teguh Sriono, 50, ayah kandung Bripda Puput Nastiti Devi justru kaget. Apalagi kata Teguh, Puput Nastiti Devi belum komunikasi empat mata dengannya.
"Saya belum komunikasi dengan Puput Nastiti Devi, ini belum benar. Soal kabar seperti ini belum jelas juga," kata Teguh di kediamannya, Kampung Rumput, RT 1/9 Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018).
Saat ditanya rencana pernikahan anaknya dengan Ahok, Teguh belum bisa menjawab karena belum jelasnya kabar tersebut.
Teguh hanya menuturkan awal mula Ahok dan Puput Nastiti Devi kenal yakni pada saat Puput Nastiti Devi menjadi pengawal mantan istri Ahok yaitu Vero.
Kata Teguh, setiap ada persoalan dan hubungan asmara, anak perempuannya itu selalu cerita. Terakhir sang anak mengaku belum memiliki kekasih.
"Waktu itu Puput Nastiti Devi dinas di Polda Metro Jaya, mungkin awal kenal dengan Pak Ahok. Kalau punya pacar pasti bilang, sekarang belum punya pacar," jelas pria yang bertugas di Polda Metro Jaya itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.